NASKAH AKADEMIK URGENSI PENYUSUNAN PEDOMAN KUALITAS SEDIMEN LAUT UNTUK PERLINDUNGAN KEHIDUPAN EKOSISTEM PESISIR DAN LAUT DI INDONESIA

 
 
Penulis:
Salah satu wilayah laut yang kompleks, dinamis serta rentan terhadap ancaman pencemaran adalah wilayah pesisir. Salah satu komponen penyusun dari ekosistem pesisir dan laut adalah sedimen. Masalah sedimen terkontaminasi baik oleh logam berat maupun bahan organik beracun membawa konsekuensi yang nyata pada organisme dan lingkungan akibat toksisitas yang tinggi. Dari berbagai analisis bahan pencemar pada sedimen, didapatkan hasil indikasi akumulasi kontaminan dalam sedimen merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam konsep perlindungan ekosistem pesisir dan laut. Namun demikian hingga saat ini belum ada regulasi terkait ambang batas cemaran dalam sedimen yang diatur dalam aturan baku mutu. Hasil penelitian selama ini memberikan indikasi dibutuhkannya data kontaminasi logam berat pada sedimen dasar perairan, bioakumulasi biomagnifikasi dan bioavailabilitas pada biota laut untuk menyusun pedoman kualitas sedimen laut. Berdasarkan hal tersebut, naskah akademik ini memberikan rekomendasi: 1. Adendum pada PP No. 19 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Kerusakan Laut, dengan menambahkan kata ‘pedoman kualitas sedimen’ pada Pasal 3 ‘Perlindungan mutu laut didasarkan pada baku mutu air laut, kriteria baku kerusakan laut dan status mutu’ 2. Perlu dilaksanakan pengumpulan data tentang kontaminasi logam berat pada sedimen dasar perairan, bioakumulasi biomagnifikasi dan bioavailabilitas pada biota laut untuk menyusun pedoman kualitas sedimen laut untuk logam berat dan bahan organik beracun 3. Menentukan instansi yang tergabung dalam konsorsium yang bertugas melaksanakan kajian cemaran pada sedimen laut secara nasional.

Hindart D, Y Darmayati, R Rositasari, R Puspitasari, T Purbonegoro, MR Cordova, F Budianto, Lestari, 2019. NASKAH AKADEMIK URGENSI PENYUSUNAN PEDOMAN KUALITAS SEDIMEN LAUT UNTUK PERLINDUNGAN KEHIDUPAN EKOSISTEM PESISIR DAN LAUT DI INDONESIA, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, 26 hal.

No. Arsip : LIPI-20200121