PENGARUH PENAMBAHAN LIPID PADA FORMULASI DIET TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN BURAYAK RAJUNGAN Portunus pelagicus

 
 
Penulis: Sandi Permadi dan Sri Juwana
Penggunaan pakan dalam pemeliharaan burayak pada produksi benih rajungan Portunus pelagicus mulai beralih dari kombinasi pakan hidup nauplii Artemia dengan rotifera menuju kombinasi nauplii Artemia dengan formulasi diet yang lebih mudah dan praktis dalam penyediaannya. Penggunaan kombinasi pakan nauplii Artemia dan jus formulasi diet telah berhasil memproduksi benih rajungan, tetapi belum diketahui komposisi nutrisi yang ideal untuk pertumbuhan dan sintasannya. Minyak hati ikan kod merupakan salah satu sumber lipid dalam formulasi diet tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan kadar minyak hati ikan kod yang berbeda pada formulasi diet tersebut terhadap sintasan dan pertumbuhan burayak rajungan. Ada tiga perlakuan formulasi diet yang diujikan sebagai pakan tambahan di samping nauplii Artemia dalam penelitian ini yaitu (1). Formulasi diet ditambah 1 g minyak hati ikan kod, (2). Formulasi diet ditambah 2 g minyak hati ikan kod, (3). Formulasi diet tanpa penambahan minyak hati ikan kod sebagai kontrol. Parameter yang diamati yaitu sintasan dan ukuran bagian-bagian tubuh burayak rajungan pada masing-masing stadium. Hasil penelitian ini menyimpulkan (a) Formulasi diet tanpa penambahan minyak hati ikan kod merupakan pakan tambahan terbaik di samping nauplii Artemia sebagai kombinasi pakan untuk pemeliharaan burayak rajungan; (b) Kandungan lipid pada kisaran 8-10,46 persen pada pakan memenuhi kebutuhan burayak akan lipid untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan burayak rajungan.

Osenologi dan Limnologi di Indonesia, 2013, Vol. 39 (1), hal 49-59

ISSN / ISBN / IBSN : ISSN 0125 - 9830

No. Arsip : LIPI-13019