Dimensi Sosial Pengembangan Wilayah NTT

 
 
Penulis: Dundin Zaenuddin
Salah satu bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang banyak mendapat perhatian adalah kawasan Indonesia bagian timur. Hal ini terjadi karena kawasan ini secara umum masih tergolong sebagai kawasan tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah disekitarnya. Ketertinggalan tersebut di atas tidak terlepas dari pendekatan pembangunan masa lalu yang lebih menekankan pertumbuhan (growth) dan pola menetes ke bawah (trickle down effect). Dengan infrastruktur yang terbatas, pusat-pusat pertumbuhan tidak ditempatkan di kawasan timur, tetapi di kawasan barat yang infrastrukturnya relatif memadai. Khusus mengenai Nusa Tenggara Timur (NTT) dan yang juga merupakan daerah perbatasan, pendekatan pembangunannya juga lebih ditekankan pada sisi keamanan dari pada pendekatan kesejahteraan. Dengan kategori sebagai kawasan perbatasan, NTT lebih dianggap sebagai daerah berbahaya, sehingga diperlukan penguatan dari sisi keamanan. Selama ini pula, kawasan perbatasn ini lebih diperlakukan sebagai halaman belakang yang tidak mendapat perhatian prioritas pembangunan terutama pengingkatan kesejahteraan. Penekanan pada sisi keamanan bisa dilihat dari masih belum dibukanya kembali pasar-pasar di daerah perbatasan yang sebetulnya sangat menguntungkan warga Indonesia di daerah perbatasan, seperti di Kabupaten Belu. Meskipun Pas Lintas Batas (PLB), yang memberikan kemudahan warga yang tinggal saling menyebelah di perbatasan Indonesia-Timor Leste di NTT untuk melakukan aktivitas ekonomi dan sosial di perbatasan kedua negara, namun belum dibukanya kembali pasar-pasar tersebut juga mengindikasikan akan masih kuatnya kekuatiran-kekuatiran akan ancaman keamanan di perbatasan tersebut. Akan tetapi, seiring dengan pergeseran pendekatan pembangunan yang dianut, saat ini kawasan Indonesia bagian Timur termasuk daerah perbatasan, sudah mulai diperhatikan. Kawasan NTT yang memang daerah tertinggal tetapi sekaligus sebagai daerah perbatasan sudah mulai dipandang beranda depan dan daerah yang harus dipercepat pengembangannya. Sehingga tidak mengherankan jika wilayah ini menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan nasional dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur

LIPI PRESS, 2014

Tercetak

ISSN / ISBN / IBSN : ISBN

DOI: DOI

No. Arsip : LIPI-14025