Capaian COREMAP II di Propinsi Kepulauan Riau: Hasil Benefit Monitoring Evaluation

 
 
Penulis: Nurul Dhewani Mirah Sjafrie
COREMAP fase II telah dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau sejak tahun 2004. Empat kabupaten menjadi lokasi kegiatan di propinsi ini, yaitu Kota Batam, kabupaten Natuna, Bintan dan Lingga. Capaian COREMAP II dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti biofisik, sosio-ekonomi dan perikanan. Aspek biofisik difokuskan pada persentase tutupan karang hidup, sosial ekonomi pada pendapatan per kapita dan perikanan pada hasil tangkapan nelayan. Benefit Monitoring Evaluation (BME) digunakan untuk mencapai indikator tersebut. Pemantauan kesehatan karang dilakukan di 76 stasiun menggunakan metode Line Intercept Transect, monitoring sosial ekonomi dilakukan di 9 desa menggunakan survey sosial ekonomi, sedangkan monitoring perikanan dilakukan di 26 desa menggunakan metode CREEL. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa persentase tutupan karang hidup di Bintan dan Natuna mengalami kenaikan, sedangkan di Batam dan Lingga menurun. Rata-rata hasil tangkapan nelayan dengan alat tangkap pancing meningkat, sedangkan dengan jaring menurun. Pendapatan per kapita meningkat 6 desa, sedangkan 3 desa lainnya yaitu di Tambelan (Bintan), Pulau Tiga (Natuna) dan Sekanah (Lingga) menurun. Indikator aspek biofisik belum dicapai, indikator sosial ekonomi telah dicapai dan indikator perikanan hampir tercapai. Pelaksanaan COREMAP II di Provinsi Kepulauan Riau cenderung memberikan pengaruh yang positif.

Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan IX ISOI Hal 191-201

ISSN / ISBN / IBSN : 978-602-18153-1-1

No. Arsip : LIPI-12043