Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari pada Nutrien di Perairan

 
 
Penulis: fifia zulti
Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar Matahari pada permukaan bumi. Jumlah yang diterima berbanding lurus dengan sudut besarnya sudut datang. Sinar dengan sudut datang yang miring kurang memberikan energi pada permukaan bumi disebabkan karena energinya tersebar pada permukaan yang luas dan juga karena sinar tersebut harus menempuh lapisan atmosphir yang lebih jauh ketimbang jika sinar dengan sudut datang yang tegak lurus. Intensitas cahaya matahari merupakan kebutuhan dasar untuk dinamika ekosistem perairan. Hampir semua energi yang mengontrol metabolisme danau dan sungai berasal dari energi surya yang digunakan dalam proses fotosintesis. Energi yang tersimpan dalam proses fotosintesis membentuk bahan organik yang disintesis di dalam danau atau sungai (autochthonous) atau dalam daerah aliran sungai kemudian dibawa ke danau atau sungai dalam berbagai bentuk (allochthonous). Intensitas radiasi matahri yang sampai pada perairan akan mempengaruhi alga dan fitoplankton yang berperan penting dalam proses fotosintesis diperairan (Carpenter, 2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi konversi energi surya menjadi energi potensial kimia adalah hal mendasar untuk produktivitas danau (Wetzel, 2001).

Warta Limnologi, No 51/tahun XXVI desember 2013

ISSN / ISBN / IBSN : 0251-5168

No. Arsip : LIPI-13098