Kurniati, H & E. Sulistyadi. 2017. Kepadatan Populasi Kodok Fejervarya cancrivora di Persawahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jurnal Biologi Indonesia 13(1): 71-83.

 
 
Penulis: Hellen Kurniati, Djunijanti Peggie & Eko Sulistiyadi
ABSTRACT: Karawang District is the largest producer of frog meat in West Java. To find out how the frog harvesting impacts to the represent condition of population in the wild, on 16-27 May 2016 population survey was conducted on paddy field in East Karawang by implementing transect method with total length was 3000 meters. The results of this transect method showed that the population of juvenile was the highest in most areas of transects, followed by pre-adult population. The population of adult individuals was at the lowest and most adult male individuals were detected by the call that they make. Conditions of water supply in rice fields also determine the conditions of juvenile and pre-adult populations; newly planted rice fields with high water availability obtained the highest population per unit area compared to the condition of paddy fields with a little water availability; but exceptions to the plowed rice fields, despite the availability of a lot of water but disturbance from human activities was also high. Average density per unit area m2 for a little watery rice fields to dry with a total length of 1500 meters transect were as follows: (1) juvenil density was 0.33 individuals/m2, (2) pre-adult density was 0.04 individuals/m2, (3) adult density was 0.005 individuals/m2. Average density for much watery rice fields with a total length of 1200 meters transect were as follows: (1) juvenile density was 0.89 individuals/m2, (2) pre-adult density was 0.08 individuals/m2, (3) adult density was 0.01 individuals/m2. Key words: population density, Fejervarya cancrivora, paddy field, Karawang District ABSTRAK: Kabupaten Karawang adalah penghasil terbesar daging paha kodok di Jawa Barat. Untuk mengetahui bagaimana dampak pemanenan kodok dengan kondisi populasi di alam, pada tanggal 16-27 Mei 2016 dilakukan survey populasi di daerah Karawang Timur. Metode yang digunakan adalah metode transek dengan total panjang transek adalah 3000 meter. Hasil metode transek ini memperlihatkan populasi individu anakan atau juvenil paling tinggi di sebagian besar areal transek, kemudian diikuti populasi individu pra-dewasa. Populasi individu dewasa paling rendah dan sebagian besar individu yang disensus berdasarkan kepada suara yang mereka keluarkan. Kondisi ketersediaan air pada areal persawahan juga menentukan kondisi populasi individu anakan dan pra-dewasa; persawahan yang baru ditanam dengan ketersediaan air paling banyak didapatkan populasi persatuan luas paling tinggi dibandingkan kondisi persawahan yang ketersediaan air sedikit; tetapi pengecualian untuk persawahan yang selesai dibajak, walaupun ketersediaan air banyak tetapi gangguan dari aktivitas manusia juga tinggi. Kepadatan rata-rata per satuan luas m2 untuk persawahan berair sedikit sampai mengering dengan panjang total transek 1500 meter adalah sebagai berikut: (1) kepadatan anakan adalah 0,33 individu/m2, (2) kepadatan pra-dewasa adalah 0,04 individu/m2, (3) kepadatan dewasa adalah 0,005 individu/m2. Populasi untuk persawahan berair banyak dengan panjang total transek 1200 meter adalah sebagai berikut: (1) kepadatan anakan adalah 0,89 individu/m2, (2) kepadatan pra-dewasa adalah 0,08 individu/m2, (3) kepadatan dewasa adalah 0,01 individu/m2. Kata kunci: kepadatan populasi, Fejervarya cancrivora, persawahan, Kabupaten Karawang

Kurniati, H & E. Sulistyadi. 2017. Kepadatan Populasi Kodok Fejervarya cancrivora di Persawahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jurnal Biologi Indonesia 13(1): 71-83.

ISSN / ISBN / IBSN : ISSN 0854-4425

No. Arsip : LIPI-17010