ZOO.2.03. Kepadatan Populasi Buaya muara Crocodylus porosus Schneider, 1801 di Delta Mahakam, Kalimantan Timur

 
 
Penulis: Mulyadi,Wahyu Trilaksono,Mumpuni,Anas Jaya Kurniawan
Buaya muara Crocodylus porosus merupakan salah satu dari 3 jenis buaya yang tersebar di Kalimantan. Sejak dilindungi oleh pemerintah Indonesia, selama lebih dari 35 tahun belum pernah dilakukan kajian kondisi populasinya di alam. Sementara itu, dari tahun 2007-2014, tercatat 279 serangan buaya di Indonesia telah terjadi, 268 kasus serangan di antaranya dilakukan oleh buaya C. porosus dan 135 di antaranya berakibat fatal dengan kematian. Provinsi Kalimantan Timur memiliki kasus konflik manusia dengan buaya paling tinggi di antara 34 provinsi yang ada di Indonesia. Kawasan Delta Mahakam, Kalimantan Timur salah satu daerah konflik manusia dengan buaya, oleh karena itu telah dilakukan survei terhadap populasi C. porosus selama 7 hari pada Agustus 2018 untuk mendapatkan informasi habitat, struktur dan kepadatannya di alam. Survei dilakukan dengan cara hitung malam di 5 jalur sungai dengan menyusurinya menggunakan perahu ketinting dan di 4 lokasi tambak dengan berjalan kaki menyusuri tanggul tambak. Untuk dapat menemukan buaya, kami menyorotkan lampu ke arah sekitar kiri-kanan sungai atau tambak yang disusuri dan dicatat buaya yang ditemukan. Dari 180,77 km jalur sungai ditelusuri, dengan rataan 36,15 km / jalur sungai (kisaran 19-67), ditemukan sebanyak 40 ekor buaya muara, dengan rataan buaya 8 ekor/ jalur sungai (kisaran 0 -17). Kepadatan buaya di jalur sungai secara umum adalah 0,22 ekor / km. Kepadatan paling tinggi terjadi pada jalur Sungai Rintis, yaitu 0,52 ekor / km. Sedangkan dari kawasan tambak yang ditelusuri sepanjang 10,18 km dengan luasan tambak 129,8 Ha berhasil ditemukan buaya 186 ekor, dengan rataan 32,39 ekor / tambak (kisaran 7- 89). Kepadatan buaya di dalam tambak secara menyeluruh dengan rataan 1,3 ekor / Ha (kisaran 0,8 - 1,96) atau 18 ekor / km panjang tanggul tambak. Kepadatan buaya di wilayah tambak lebih tinggi bila dibandingkan dengan di jalur sungai. Habitat, posisi dan struktur ukuran buaya yang ditemukan di daerah Delta Mahakam dan kepadatan buaya di masing-masing jalur sungai maupun tambak juga dilaporkan . Kata kunci: Buaya, crocodylus, kalimantan, mahakam, populasi

Prosiding Seminar Nasional Konservasi dan Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar "Riset sebagai Fondasi Konservasi dan Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar "

ISSN / ISBN / IBSN : ISBN 978 – 979 – 579 – 109 – 6

No. Arsip : LIPI-20191227
Download Disini