Alat Pengolah Air Banjir Layak Minum

Pusat Penelitian Fisika

DESKRIPSI SINGKAT

Teknologi alat pengolah air banjir dirancang secara fisika tanpa menggunakan bahan kimia atau prosesnya secara filtrasi (penyaringan) dengan menggunakan lapisan-lapisan dari ukuran yang paling kasar hingga paling halus. Target air olahan yang dicapai adalah memenuhi standar baku mutu kualitas air layak minum baik secara uji fisika, kimia dan biologi.
 
Proses pengolahan air baku (air banjir yang keruh) menjadi air bersih dan layak minum ada beberapa tahapan. Langkahnya adalah air baku masuk ke dalam cyclone filter (penyaring), filter pasir dan filter sedimen. Sampai tahap ini, filtrasi air hanya mampu menghilangkan kotoran berupa partikel (fisik) sampai dengan ukuran mikron.
 
Proses pemurnian dilanjutkan dengan ultrafiltrasi (UF) serta proses filtrasi reserve osmosis (RO) guna menjamin tingkat kemurnian air yang lebih baik lagi. Untuk lebih sempurna lagi, sistem dilengkapi dengan sinar ultraviolet (UV) sebagai media disinfektan (pembunuh kuman) akhir sehingga diperoleh produk air siap/layak minum yang aman. Satu unit alat pengolah air banjir bisa menghasilkan kapasitas 10 liter air layak minum per menit.
 
Alat pengolah air banjir ini mengatasi kebingungan masyarakat dalam memenuhi sumber air bersih untuk kebutuhan minum, MCK (mandi, cuci, dan kakus) dan dan sebagainya saat terjadi bencana, terutama banjir. Selain itu, alat juga berusaha melihat kondisi lapangan ketika banjir, artinya alat dibuat untuk berpindah-pindah tempat (mobile). Alat juga tak bergantung pada sumber energi listrik dari PLN alias mampu dijalankan dengan penggunaan genset.

KONTAK

Pusat Penelitian Fisika
Kawasan Puspiptek Serpong,
Tangerang, Banten 15310
Telp. 021-7560089, 021-2504826; Fax. 021-7560549