Mempersiapkan Ketahanan Masyarakat Menghadapi Bencana

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan

DESKRIPSI SINGKAT

Pada dekade pertama abad 21 jumlah penduduk dunia telah mencapai 7 milyar jiwa. Pada saat yang sama penduduk yang jumlahnya besar ini menghadapi dua tantangan, yaitu perkembangan
perkotaan yang cepat dan tingginya frekuensi kejadian bencana alam. Laporan UNSD tahun 2014 menempatkan Indonesia, dengan jumlah penduduka sebesar 250 juta jiwa, pada peringkat 34 dari 171 negara yang masuk dalam kategori resiko “sangat tinggi”.
 
Dalam laporan tersebut, penduduk yang tinggal di wilayah gunung api dan pesisir Indonesia diidentifikasi sebagai kelompok paling rentan. Kombinasi permasalahan ini meningkatkan jumlah population at risk.
 
Tingginya kejadian bencana telah mengganggu kestabilan ekonomi negara, hilangnya nyawa, kerusakan infrastruktur, dan kerugian sosial serta lingkungan. Sebagai contoh, dana yang dikeluarkan untuk emergency response dan rekonstruksi bencana di sepanjang Samudera Hindia mencapai $ 13,5 milyar Amerika dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
 
Tantangan Utama
Tantangan dalam mempersiapkan ketahanan masyarakat menghadapi bencana adalah memastikan terwujudnya koordinasi diantara berbagai perencana dan pengambil kebijakan, komunitas internasional, dan masyarakat lokal. Koordinasi ini harus bersifat aktif diantara semua pihak yang terlibat. Prioritas lainnya adalah penguataan kerjasama dan kelembagaan antar pemerintah daerah dengan melibatkan sektor swasta.