Migrasi Transnasional dan Diaspora di Kota Perbatasan Asia Tenggara

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan

DESKRIPSI SINGKAT

Kota-kota di perbatasan Asia Tenggara merupakan tempat yang memiliki keunikan tersendiri karena perkembangannya yang pesat, yang tidak bisa dilepaskan dari proses terjadinya migrasi  transnasional serta bermukimnya berbagai kelompok diaspora dari berbagai negara lain, terutama negara sekitarnya. Kota-kota di wilayah perbatasan yang semula kecil menjadi semakin berkembang dengan penduduk yang beragam. Adapun sasarannya yaitu tersedianya pengetahuan mendalam mengenai migrasi transnasional dan diaspora di kota-kota perbatasan, khususnya di Mae Sai, Thailand.
 
Penelitian multiyears (2015–2019) ini akan dilakukan di kota-kota pada wilayah perbatasan Asia Tenggara, yaitu Thailand, Laos, Malaysia, Kamboja dan Vietnam dengan pendekatan interdisipliner. Pada tahun pertama (2015), penelitian akan difokuskan di kota Mae Sai di perbatasan Thailand dan Myanmar. Belakangan ini pergerakan transnasional sudah menjadi isu global karena terjadinya perang, konflik, diskriminasi dan krisis politik di berbagai belahan dunia yang menimbulkan adanya pengungsi global (global refugee).

Selain itu, pergerakan tradisional kelompok minoritas juga masih berlangsung sampai saat ini. Kota-kota di perbatasan di Asia Tenggara, seperti Mae Sai, Chiang Kong, Boten-Mohan, Lang Son-Pingxiang dan Mong Cai Dongxing menjadi wilayah strategis bagi para pengungsi global dan/ atau kelompok minoritas  untuk tinggal di sana, baik sementara maupun menetap. Kota-kota tersebut menjadi semakin ramai dan terus berkembang pesat seiring dengan pesatnya pergerakan manusia.

Kedatangan berbagai kelompok etnik, baik dari dalam negaranya maupun luar negeri menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan kota-kota tersebut. Isu yang menarik untuk digali lebih dalam dari berbagai persolan di atas adalah bagaimana terjadinya proses migrasi transnasional, bagaimana munculnya kelompok diaspora di kota-kota di perbatasan di Asia Tenggara, apa saja kegiatan ekonomi di kota perbatasan, bagaimana adaptasi dan pemeliharaan, tradisi budaya masyarakat diaspora, serta pengelolaan masyarakat multikultural.