Pemandu Jarak Aman antar Kendaraan Upaya Mencegah Tabrakan Beruntun

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian

DESKRIPSI SINGKAT

Kecelakaan lalu lintas di jalan tol, khususnya tabrakan beruntun atau yang melibatkan dua kendaraan atau lebih, sering terjadi. Salah satu contoh, data kecelakaan di segmen Jakarta – Cikampek selama pemantauan 01 Januari 2013 sampai dengan 12 Juni 2015 (29,5 bulan), terjadi 531 kecelakaan, yang berarti 18 kecelakaan tiap bulan atau terjadi sekali kecelakaan dalam waktu kurang dari dua hari. Hal tersebut berdampak pada berbagai kerugian, baik kehilangan jiwa, material,  waktu, maupun stres.

APLIKASI

Ketika peralatan ini telah terpasang pada sebuah kendaraan, dan pengemudi melaju dengan kecepatan 90 km/ jam, dipilih marka yang terkait dengan jarak aman tersebut, yaitu angka “9” dengan menekan tombol “9” pada remote control sehingga marka tersebut dipaparkan pada layar monitor.
 
Ketika pengemudi yang membuntutinya dari jauh kemudian mendekati dan melihat angka “9” pada layar berarti jaraknya 90 m, dan jarak tersebut adalah jarak terdekat yang aman. Semakin jelas angka tersebut, semakin berpotensi bahaya tabrakan beruntun jika terjadi kecelakaan di depan. Hal yang dilakukan pengemudi yang membuntuti adalah menjaga jarak agar marka “9” tersebut.

KEUNGGULAN

Sosialisasi pemanfaatan peralatan ini bagi pengguna jalan tol adalah dapat memfasilitasi pengemudi untuk mengendalikan jarak antar kendaraan di jalan tol pada jarak aman sehingga dapat menghilangkan, atau paling tidak, mengurangi kecelakaan tabrakan beruntun di jalan tol.

STATUS TEKNOLOGI

Teknis yang berbasis pada akuitas visual (visual acuity) mata manusia normal ini sudah didaftarkan patennya pada 2013 dan perlu finalisasi untuk user friendly dan pencegahan vandalisme saat diinstalasi di bagian luar kendaraan.

KONTAK

Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI
Kawasan Puspiptek Serpong, Gedung 410, Cisauk Tangerang 15310
Telp. (021) 75871130, Faks. (021) 7560227