Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Biogas

DESKRIPSI SINGKAT

LIPI telah memunculkan suatu sistem pertanian terintegrasi atau terpadu berbasis biogas. Sistem Pertanian Terpadu ini berangkat dari pengembangan peternakan sapi yang menghasilkan kotoran melimpah, diolah dengan alat biogas untuk menopang kebutuhan pertanian. Artinya, alat biogas mampu menghasilkan energi bagi kebutuhan rumah tangga petani dan olahannya. Selain itu, efluen (sampah) biogas bisa digunakan sebagai sumber pupuk organik yang dipakai untuk bercocok tanam maupun tambahan hijauan pakan ternak.
 
Penerapan sistem pertanian terpadu berbasis alat biogas tersebut, salah satunya diujicobakan dalam penelitian di daerah Kapitan Meo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian dilakukan dengan membuat unit biogas dengan kapasitas 27.000 liter.
 
Alat biogas itu dibuat dengan menggunakan ukuran nominal penampungan gas diameter 3 m dan tinggi 2,4 m. Volume tersebut diasumsikan untuk menampung kotoran sapi sebanyak 9 ekor. Bahan pembuatan digester menggunakan beton bertulang, saluran pengumpan dan efluen-nya (saluran sampah) dari pipa PVC diameter 4 inchi. Bak pengumpan dan efluen berasal dari pasangan bata/batako dengan diameter 300 cm, tinggi 240 cm dan kapasitas tampungnya 15.000 liter.