Teknologi Pengalengan Makanan (Gudeg Kaleng)

DESKRIPSI SINGKAT

Fokus riset teknologi pengalengan makanan gudeg adalah mengkaji daya tahan masakan gudeg yang dikemas dalam kaleng. Prinsip utamanya adalah menekan sesedikit mungkin terjadinya kontak udara pada tahap pengepakan masakan gudeg ke dalam kaleng. Gudeg merupakan makanan tradisional yang dibuat dari nangka muda yang diproses sedemikian rupa, biasanya dalam bumbu manis, dicampur dengan areh dan sambel goreng tempe.
 
Sterilisasi gudeg dalam kaleng menggunakan teknologi hampa udara dengan suhu melebihi 121 derajat celcius dengan tekanan 2 atmosfer. Pada kondisi demikian, bakteri dekomposer (pengurai) mati.
 
Proses pengalengan tersebut merupakan cara pengawetan bahan pangan dalam wadah yang tertutup rapat dan disterilkan dengan panas. Cara pengawetan itu merupakan langkah yang dilakukan agar gudeg bebas dari kebusukan, bisa bertahan nilai gizi, cita rasa dan daya tariknya.
 
Produk makanan kemasan dalam kaleng tidak hanya untuk gudeg saja. Pengembangan teknologi pengalengan makanan juga merambah ke makanan jenis lainnya. Setidaknya ada tiga jenis makanan (selain gudeg) yang dikalengkan oleh LIPI Yogyakarta, yaitu tempe, mangut lele dan sayur lombok ijo

KONTAK

UPT Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia
Jl. Jogja-Wonosari
Ds. Gading, Kec. Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta 55861
Telp. 0274-392570, Fax. 0274-392570