“Bakti Inovasi LIPI, Strategi Pemulihan Ekonomi dari Dampak Pandemi”

 
 
 
Kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) merupakan arus utama dalam meningkatkan kemandirian bangsa dengan meningkatkan inovasi dalam negeri, membeli dan bangga produk Indonesia. Aktivitas litbangjirap juga diharapkan menggunakan kandungan lokal, khususnya yang berasal dari inovasi. Agar aktivitas litbangjirap dapat dirasakan manfaatnya kepada masyarakat, Komisi VII DPR RI berkolaborasi dengan LIPI melaksanakan program Bakti Inovasi kepada masyarakat seluruh Indonesia. Kali ini Bakti Inovasi LIPI berwujud Pelatihan Pengemasan Produk UMKM di Hotel Luminor Purwokerto -
Jln. Jend. Sudirman N0. 324 Kel. Kranji Purwokerto pada Sabtu, 27 Maret 2021.
 
 
Purwokerto, 27 Maret 2021. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi core competence LIPI sebagai lembaga penelitian dalam aktivitas litbangjirap dan peningkatan inovasi dalam negeri perlu memperhatikan aspek kebutuhan dan keberlanjutan dalam jangka panjang  dan mampu menyentuh langsung aspek kehidupan masyarakat. Artinya, dalam konteks makro nantinya, Indonesia akan bertransformasi menjadi negara yang menggunakan inovasi sebagai basis perekonomiannya.
 
Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko menjelaskan perlunya membumikan hasil riset dan inovasi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan impor dan menambah nilai tambah dari suatu produk yang dapat. “Bakti Inovasi LIPI bertujuan mengidentifikasi program dan kegiatan dan upaya menyinergikan kebijakan antar sektor dalam mendukung Program Desa Berinovasi,” terangnya
 
LIPI telah banyak melakukan riset yang menghasilkan aneka terobosan teknologi dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kalangan. Banyak terobosan teknologi tersebut dapat diaplikasikan untuk UMKM di berbagai daerah. Aplikasi teknologi ini dapat meningkatkan nilai tambah, menimbulkan diferensiasi produk serta pada akhirnya meningkatkan daya saing produk lokal.
 
Untuk mendiseminasikan berbagai terobosan teknologi hasil riset tersebut, LIPI bermitra dengan para wakil rakyat, khususnya Komisi 7 DPR RI. Kemitraan ini memudahkan UMKM mendapatkan teknologi yang tepat untuk produknya, dan dilain sisi membantu LIPI dalam menyasar target aplikator teknologi yang sesuai dan membutuhkan.
 
Asep Nurhikmat, Peneliti bidang pengemasan Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI mengungkapkan, di tahun 2021 ini, kelompok penelitian pengemasan makanan tradisional dari LIPI akan mengembangkan pengemasan makanan dengan menggunakan Retort Pouch dan High Barrier Retort Grade (HRBG). Melalui teknologi pengemasan tsb diharapkan UMKM di Indonesia semakin terbantu kesejahteraannya.
 
Di masa pandemi Covid-19 permintaan riset pengalengan meningkat signifikan karena Usaha Kecil Menengah harus memasarkan produk mereka secara online untuk mempertahankan siklus usahanya. Sebagai informasi, BPTBA LIPI pada bulan Agustus 2020 secara resmi meluncurkan program pra riset gratis untuk 100 UKM serta percepatan izin edar melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.
 
“Program tersebut telah menghasilkan 26 produk makanan tradisonal dalam kaleng yang siap diedarkan, sedangkan sisanya masih dalam tahap riset dan pengurusan izin,” terang Asep. “Produk- produk tersebut antara lain berupa rendang, bakso, gudeg, pesmol ikan nila, opor lele, ayam goreng, mangut lele, sambal goreng, dan sebagainya,” tambahnya.
 
Acara Bakti Inovasi LIPI yang mengangkat tema “Pengemasan Produk UMKM” akan dihadiri Ketua Komisi VII DPR RI,  dengan Ketuanya, Bapak Sugeng Suparwoto, dan Peneliti LIPI sekaligus narasumber pelatihan, Dr. Asep Nurhikmat, M.P. dan Ir. Agus Susanto dari dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BTBA), Yogyakarta.
 
 


Sivitas Terkait : Dr. Asep Nurhikmat M.P.
Diakses : 201    Dibagikan :