Fasilitas Infrastruktur untuk Kualitas dan Kuantitas Riset Pangan

 
 
Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu Center of Excellent (PUI) dan juga Koordinator Produk Prioritas Nasional terkait dengan pengemasan makanan. Peranan dan penambahan infrastruktur di BPTBA semakin kokoh mendukung riset-riset strategis pangan, pengemasan, dan halal di Indonesia. dalam rangka meninjau dan mengenal lebih dekat fasilitas riset dan hasil-hasil riset terbaru LIPI di bidang pangan, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro akan melakukan peninjauan BPTBA pada Jum’at, 18 Desember 2020. Kunjungan akan diawali diskusi virtual dengan sivitas dan mitra BPTBA LIPI yaitu Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Industri Kecil Menengah /Usaha Kecil Menengah (IKM/UKM) pengguna teknologi.

Yogyakarta, Humas LIPI. BPTBA LIPI adalah satuan kerja LIPI yang salah satu tugas dan fungsinya adalah melakukan inovasi dan diseminasi teknologi kepada masyarakat, termasuk meningkatkan daya saing sektor industri dan IKM/UKM. “Kebutuhan pangan akan terus-menerus dicari untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Maka, perlu dilakukan pengembangan teknologi pangan yang dapat bermanfaat bagi produsen hingga konsumen,” tutur Kepala LIPI Laksana Tri Handoko. Dalam memfasilitasi pengembangan teknologi pangan dilaksanakan pembangunan infrastruktur yakni pengembangan laboratorium pangan. “Dalam 10 tahun terakhir, lebih dari 100 IKM/UKM dan kelompok masyarakat telah memanfaatkan hasil-hasil penelitian dari BPTBA LIPI,” sebutnya.

Kepala BPTBA LIPI, Satriyo Krido Wahono mengatakan, salah satu teknologi yang telah dimanfaatkan secara luas adalah teknologi pengalengan makanan tradisional. “Teknologi yang dapat mempertahankan kualitas makanan yang dikalengkan menjadi awet hingga lebih dari satu tahun ini telah diaplikasikan untuk lebih dari 200 jenis makanan tradisional yang ada di Indonesia,” paparnya. Tahun ini, ia menyebutkan, BPTBA LIPI berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta (BBPOM DIY), Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag dan Dinkop UKM), dan IKM/UKM olahan pangan yang ada di Yogyakarta untuk melakukan proses percepatan ijin edar 26 produk pengalengan makanan. “Proses itu mencakup kegiatan pra riset, riset, dan pengurusan ijin edar MD BPOM dalam kurun waktu tiga bulan. Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing dan jangkauan pemasaran produk UMKM olahan makanan tradisional di masa pandemi Covid-19 dengan keunggulan produk menjadi lebih awet,” terangnya.

Lebih lanjut Satriyo menerangkan, untuk mendukung peningkatan kualitas riset teknologi pangan dan eksplorasi sumber pangan Indonesia, BPTBA LIPI akan dilengkapi dengan fasilitas c-GMP. “Saat ini fasilitas tersebut sedang dalam tahap pembangunan melalui skema hibah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan diharapkan selesai pada akhir 2021,” jelasnya. “Fasilitas laboratorium pangan ini dapat mendukung berbagai bidang riset yang penting dalam bidang pangan (Food Science and Technology Center). Kami juga akan mengembangkan penelitian pengemasan pangan dan kehalalan pangan,” urainya.

Laboratorium pangan nantinya akan dibuka untuk kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia, sesuai dengan tujuan dari SBSN yang harus berguna untuk masyarakat luas. “Pelaku industri/UMKM, peneliti dan akademisi yang ingin melaksanakan kegiatan riset terkait pangan, kemasan, dan pangan halal dapat melakukan kegiatan penelitiannya di laboratorium ini,” pungkas Satriyo.
 


Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 306    Dibagikan :