Hubungan antar Warga, Perkuat Diplomasi Internasional Indonesia-Tiongkok

 
 
Hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok sudah berlangsung selama 70 tahun. Bagi Indonesia,dalam sektor ekonomi, hubungan dengan Tiongkok menjadi sangat penting. Namun demikian, dalam perkembangannya, kerjasama Indonesia-Tiongkok tidak berhenti hanya dalam bidang ekonomi. Kerjasama juga berkembang dibidang sosial dan politik dengan semakin intensifnya diplomasi dan Hubungan antar Warga (P-to-P Connection) kedua negara. Untuk melihat perkembangan dinamika Hubungan antarWarga, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kewilayahan berinisiatif menyelenggarakan webinar bertajuk “P-To-P ConnectionIndonesia –Tiongkok: Tantangan dan Strategi”, pada Sabtu, 3 Oktober 2020 melalui Zoom meeting, registrasi https://s.id/WebinarPtoPConnection, mulai pukul 09.00 WIB.Jakarta, 2 Oktober 2020.

Hubungan antar Warga diprediksi semakin fungsional dan penting dalamdiplomasi internasional suatu negara. Kepala Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI Ganewati Wuryandari menjelaskan, sejauh ini aspek-aspek dalam praktik P-to-P Connection yang saat ini sedang berkembang masih perlu digali dan didiskusikan. “Hal tersebut penting agar dapat mengimbangi kerjasama tradisional dalam hubungan perdagangan dan diplomasi,” tegasnya.

Ganewati menyebutkan, P-to-P (people to people) Connection dapat pula menjembatani perbedaan pandangan dan pengetahuan di masyarakat terhadap perbedaan cara pandang kondisi sosial-politik, yang berpengaruh pada hubungan masyarakat kedua negara. “Misalnya saja pandangan terhadap kehidupan keagaamaan dan sosialbudaya, komunisme, tenaga kerja, konflik perbatasan, investasi, dan lain sebagainya,”imbuhnya. “Untuk itu, kedua negara harus sama-samaberkomitmen membangun P-to-Pini,” tambahnya.

Peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan LIPI, Paulus Rudolf menjelaskan, Tiongkok menjadi salah satu partner dan investor utama pembangunan Indonesia di sektor konstruksi, industri dan jasa, maupun pertanian. Seiring dengan perkembangannya, hubungan di bidang sosial dan politik semakin mempererat Hubungan antar Warga dan diplomasi kedua negara.

“Beberapa sektor yang turut berkembang antara lain dalam bidang pendidikan, pertukaran kebudayaan, mobilitas manusia, pariwisata dan lainnya,”jelasnya. Dirinya mencontohkan, Hubungan antar Wargatidak bisa dilihat dan dikembangkan parsial dari salah satu aspeksaja, tetapi dariberbagai aspeksecara keseluruhan.

Menurut Rudolf, aspek pendidikan, hubungan diaspora, hubungan keagamaan, maupun relasi sosial kemasyarakatan lainnya penting untuk dicermati dalam kerangka mencari terobosan baru menghadapi resiko kerjasama keduabelah pihak. “Hal ini juga dilakukan untuk melihat potensi apa yang dapat ditindaklanjuti bagi peningkatkan hubungan kerjasamaIndonesia-Tiongkok,”paparnya.

Sebagai informasi, diskusi ini menghadirkan pula narasumber dari Kementerian Luar Negeri, Dyah Lestari Asmarani; Universitas Indonesia, Tuty Nur Mutia Muas; Sun Yat Sen University, Novi Basuki; Central China Normal University(CCNU) Wuhan, Ahmad Syaifuddin Zuhri; dan dari CCRNC, Fudan University, Xue Song.


Sivitas Terkait : Dr. Ganewati Wuryandari M.A.
Diakses : 324    Dibagikan :