Inspirasi Peneliti Perempuan LIPI untuk Dunia Sains Indonesia

 
 

Peran perempuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kini semakin penting. Berbagai aktivitas penelitian seperti ekspedisi dan eksplorasi juga publikasi dalam bentuk jurnal, paten, serta prototype produk terus dihasilkan sebagai bentuk sumbangsih bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Energi positif inilah yang harus dibagikan pada generasi muda agar berani mengambil berkarya untuk memajukan bangsa. Untuk membahas lebih lanjut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik dalam rangka Hari Perempuan Sedunia dengan topik “Peran Perempuan Dalam Dunia Sains dan Teknologi” yang akan diadakan pada Jumat, 8 Maret 2019.

Jakarta, 8 Maret 2019. Perayaan hari perempuan sedunia adalah sebuah pengingat peran penting perempuan dalam kehidupan masyarakat secara global. “Sebagai upaya untuk menyebarkan energi positif kepada para perempuan di Indonesia dan mendorong semangat perempuan untuk mengambil peran sains dan teknologi, kami menyelenggarakan Media Briefing terkait Peran Perempuan dalam Dunia Sains dan Teknologi,” jelas Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries.

Nur menjelaskan, LIPI saat ini memiliki jumlah peneliti perempuan sebanyak 663 orang yang tersebar di berbagai satuan kerja teknis penelitian LIPI. “LIPI memiliki sederet peneliti perempuan yang berprestasi dan dapat menginspirasi perempuan Indonesia untuk termotivasi berkarya dibidang yang digelutinya,” jelas Nur.

Adapun peneliti perempuan yang akan membagi kisah inspiratifnya yakni Athanasia Amanda Septevani (peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI), Intan Suci Nurhati (peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI), dan Kartika Dewi (peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI). “Kami akan menghadirkan tiga peneliti perempuan yang patut diteladani prestasi dan keberhasilannya dalam karir di bidang sains,” ujar Nur.

Athanasia Amanda Septevani adalah peneliti bidang Polymer Nanocomposite and Nanotechnology pada Pusat Penelitian Kimia LIPI. Sejak 2009 bergabung sebagai peneliti dan meraih gelar master dan doktoral di The University of Queensland, Australia bidang material sains. Pada tahun 2018, Amanda memperoleh penghargaan L'Oreal UNESCO Women in Science 2018 atas penelitiannya terkait nanopaper berbasis biomassa serat nanoselulosa alami sebagai layar perangkat elektronik masa depan. Risetnya tersebut diharapkan sebagai pengganti layar perangkat elektronik seperti gawai dan televisi, yang bahannya kaku dan mudah retak, serta berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

Intan Suci Nurhati adalah peneliti koral pada Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Sejak bergabung tahun 2015, Intan menekuni arsip-arsip alam seperti perubahan temperatur, curah hujan, dan terumbu karang di Indonesia. Salah satu kajian Intan adalah karang sebagai indikator perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Intan meraih gelar doktor pada 2010 di Georgia Institute of Technology, Amerika Serikat dengan fokus Earth & Atmospheric Sciences with Certificate in Environmental Public Policy. Pada 2018, Intan meraih LIPI Young Scientist Award (LYSA) 2018 atas konsistensinya dan memiliki rekam jejak yang baik dalam melakukan penelitian.

Sedangkan Kartika Dewi adalah peneliti bidang zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI. Bergabung sebagai peneliti sejak tahun 2005, fokus penelitian Kartika adalah nematoda parasit pada hewan liar di Indonesia. Kartika meraih gelar doktor bidang Veterinary Science, Rakuno Gakuen University di Jepang. Salah satu penelitiannya yakni nematoda parasit pada jenis-jenis katak di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 145    Dibagikan :