Kolaborasi Pemangku Kepentingan untuk Pemulihan Daerah Aliran Sungai Citarum

 
 
Sungai Citarum menjadi sumber kehidupan bagi sekitar 28 juta masyarakat di 12 wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Sayangnya, sungai sepanjang 270 kilometer ini tengah mengalami krisis akibat pencemaran berbagai jenis limbah. Pemulihan Citarum membutuhkan upaya konsisten dan terintegrasi dalam menanggulangi permasalahan sungai Citarum. Untuk menjembatani kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mengembalikan keberlangsungan sungai Citarum di masa mendatang, Lembaga Ilmu Pengteahuan Indonesia menyelenggarakan Indonesian Clean Technology (ICT) Meeting 2019 pada Kamis, 12 September 2019 di Bandung, Jawa Barat.
 
Bandung, 12 September 2019. Citarum memiliki peran yang sangat besar dan penting, namun pada sisi lain sungai ini menghadapi berbagai masalah pelik. Beberapa masalah Citarum antara lain kerusakan lahan di daerah aliran sungai, memburuknya kondisi kualitas air sebagai dampak pencemaran, pemanfaatan ruang perairan yang tidak terkendali, berkembangnya gulma di wilayah perairan waduk, serta penurunan keragaman hayati terutama ikan.

Berbagai proyek dan program untuk membenahi masalah Sungai Citarum telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun provinsi  Jawa Barat sejak tahun 2001. Terakhir, sejak tahun 2014 Pemprov Jabar kembali membuat program yang diberi nama Citarum Bestari. “Isu Citarum merupakan isu krusial yang sejak beberapa tahun lalu telah menjadi perhatian  pemerintah dan masyarakat,” terang Kepala Loka Penelitian Teknologi bersih LIPI, Ajeng Arum Sari. Dirinya menjelaskan, proses pencapaian ini harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan  yang memiliki kepentingan terhadap Citarum.

Tema utama ICT Meeting 2019 adalah “Citarum: Integrated Approach to Environmental Sustainability”. “Tema ini berusaha mengungkit beragam upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk mengembalikan keberlangsungan sungai Citarum oleh para pemangku kepentingan,” terang Ketua Panitia ICT Meeting 2019, Dian Andriani.

Kegiatan yang melibatkan pembicara dan peserta dari berbagai instansi ini bertujuan untuk memfasilitasi knowledge sharing dan interaksi para pemangku kepentingan dalam rangka pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. “Hasil dari ICT Meeting 2019 diharapkan membuka pintu pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, peneliti, dan akademisi agar pemulihan DAS Citarum berjalan lebih baik dan dapat diwujudkan dalam beberapa tahun kedepan,” ujar Dian.

Kegiatan ICT Meeting 2019 merupakan kali ketiga sejak digelar pertama pada 2017. Direncanakan untuk hadir sebagai pembicara antara lain Walikota Bandung, Oded Muhammad Danial; Prof. Dr. Enri Damanhuri (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB), R. Herry (Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan & Sosial PT Bio Farma (Persero), dan Gary Bencheghib pendiri Make A Change World.
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ajeng Arum Sari
Diakses : 214    Dibagikan :