LIPI Bahas Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Kebencanaan untuk Generasi Muda Indonesia

 
 
Pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus kebijakan pendidikan dari Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.  Dari segi regulasi, Presiden telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK. Instruksi Presiden ini ditujukan untuk 12 Kementerian, 1 Lembaga Pemerintah Non Kementerian, dan 34 Gubernur. Masih tentang generasi muda, U-INSPIRE didirikan sebagai platform pemuda dan profesional muda dalam sains, teknik, teknologi dan inovasi untuk mempercepat pelaksanaan pengurangan resiko bencana. Untuk membahas lebih lanjut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menyelenggarakan Talkshow “U Inspire” dan Media Briefing “Arah Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia” pada Sabtu, 3 November pada ISE 2018 di ICE BSD.
 
Jakarta, 3 November 2018. Kondisi vokasi Indonesia saat ini masih menghadapi beberapa persoalan yang mengemuka dalam penyiapan sumber daya manusia khususnya terkait skill mitmach dan skill gap. “Secara spesifik, permasalahan yang kerap terjadi adalah ketidakselarasan antara penyediaan (supply) di dunia pendidikan dengan kebutuhan (demand) di dunia kerja,” ungkap Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan, Anggi Afriansyah.
Prinsip link and match sangat bergantung pada dinamika investasi dan industri global yang sangat cepat. Jika siswa yang disiapkan saat ini ternyata tidak mampu terserap ke dunia kerja yang berubah cepat, maka hanya akan menambah jumlah pengangguran. “Karenanya, dalam strategi pengembangan pendidikan vokasi, salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah penyiapan lapangan kerja yang sesuai dengan corak produksi/ekonomi lokal,” jelasnya.

Menurut Anggi, pendidikan vokasi adalah bagian penting untuk membangun industri-industri daerah yang dapat menjadi kuat jika ada sokongan tenaga kerja setempat yang didik di SMK, Balai Latihan Kerja Daerah, dan lembaga lainnya. Untuk itu, perlu suatu kebijakan untuk menyinkronisasi ulang (rematch) pendidikan vokasi dengan dinamika global khususnya yang didorong oleh adanya revolusi industri 4.0, juga dengan dengan strategi industrialisasi di daerah-daerah.

Hal ini sesuai dengan semangat dari Nawacita yang bermaksud membangun dari pinggir serta menghidupkan ekonomi kerakyatan. “Hidupnya ekonomi rakyat yang disokong oleh kekuatan pendidikan vokasi yang berbasis pada ekonomi daerah menjadi penting untuk diperhatikan agar ketergantungan terhadap dunia kerja yang dibangun dengan basis investasi asing menjadi berkurang,” kata Anggi.

Sementara itu, U-INSPIRE didefinisikan sebagai platform pemuda dan profesional muda dalam sains, teknik, teknologi, dan inovasi untuk mempercepat pelaksanaan pengurangan risiko bencana (DRR) sejalan dengan kerangka Sendai untuk mendukung kebijakan dan tindakan DRR di lokal, nasional, dan tingkat internasional. “U-INSPIRE didirikan pada 20 Mei 2018, di bawah UNESCO, LIPI dan advokasi dan bimbingan BPPT,” ujar Gadis Sri Haryani, Director ICIAR – LIPI.
 
Lebih lanjut Gadis menjelaskan, visi mereka adalah "pemuda Indonesia dan profesional muda sebagai generator inovasi dalam sains, teknik, dan teknologi untuk ketahanan bencana di tingkat nasional dan global". “Saat ini organisasi U Inspire telah memiliki 75 anggota di seluruh Indonesia. Utamanya adalah untuk membina pemuda dan profesional muda sebagai generator inovasi dalam sains, teknik, dan teknologi untuk ketahanan bencana di tingkat nasional dan global. U-INSPIRE akan mengembangkan programnya berdasarkan 5 fokus pekerjaan, meliputi: 1) Manajemen Pengetahuan, 2) Ruang Inovasi, 3) Ilmu Komunikasi, 4) Advokasi, dan 5) Komunikasi dan Jaringan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Indonesia Science Expo (ISE) 2018 akan memamerkan berbagai hasil riset bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian, energi dan dilingkungan diantaranya: SIMBAT (Sistem Imbuhan Air Tanah), Indeks kesehatan terumbu karang, lamun dan mangrove, Material Preservasi Mikro Organisme, WISELAND (teknologi early warning longsor berbasis network), Solar Cell, Magnet, Filter biogas, Energy Management System, Baterai Lithium, Ballmill, Hot Blast Furnace, submerged electric arc, IPAL, MPMO, material fungsional berbasis batubara, biobricker (prototipe), Bioprospeksi untuk energi dan obat, material superkonduktor untuk industri energi, pengelolaan teluk Ambon, online monitoring kualitas air danau, baja unggul berbasis bijih laterit, materi biokompatibel untuk implan alat medis, dan potensi sumberdaya perairan Keffing. Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik diantaranya Bioetanol, Mi Non Gandum, Banana Bar, Banana Flake, radar, solar cell, magnet generator, sidiptan (Diagnosa penyakit tanaman), Wood ID (Diagnosa umur dan jenis kayu), makanan kaleng, filter biogas, energy management system. Bidang Jasa Ilmiah yakni: jam standar atom, integrated farming system, nano buble, madu psikosa, nano silver, chocomix, stater kakao, bimas pellet, probiotik, smart monitoring cardio dan lain sebagainya.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Anggi Afriansyah, M.Si  (Peneliti, Pusat Penelitian Kependudukan LIPI)
  • Prof. Gadis Sri Haryani (Director ICIAR – LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D. (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)
penulis:BKHH LIPI,lyr
editor: dig
 
 
Note/Undangan:
Siaran Pers ini sekaligus UNDANGAN bagi rekan media untuk menghadiri 2 (dua) kegiatan pada Sabtu, 3  November 2018 yakni:
 
  • Talkshow “U Inspire” di Main Stage  ISE 2018, ICE BSD, Serpong, Tangerang pada pukul  13.00 -14.00 WIB.
  • Media Briefing “Arah Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesiadi Stage A ISE 2018, ICE BSD, Serpong, Tangerang pada pukul 15.00 -17.00 WIB

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.
Diakses : 77    Dibagikan :