LIPI Bangun Laboratorium Biosafety Level-3 untuk Jamin Kualitas Hasil Riset Pangan

 
 
Mutu produk akan lebih terjamin apabila proses produksinya dilakukan pada fasilitas berstandar Good Laboratory Practice (GLP). Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencermati bahwa fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) sudah sangat diperlukan di Indonesia. Keberadaan laboratorium tersebut dapat memberikan jaminan atas kualitas hasil penelitian pangan dan kesehatan. Juga, memberikan jaminan atas konsistensi hasil penelitian dan pembuatan produk jadi siap komersialisasi, meningkatkan kepercayaan stakeholder, dan memperkecil bahaya yang bisa ditimbulkan produk karena kontaminasi. Dari latar belakang inilah, LIPI menginisiasi pembangunan laboratorium itu dan peletakan batu pertama pembangunannya berlangsung pada Jumat, 6 April 2018 di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, kawasan Cibinong Science Center-Botanic Garden (CSC-BG), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Kabupaten Bogor, 6 April 2018. Manfaat dari pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitas pendukungnya adalah untuk ketersediaan fasilitas bangunan dan peralatan riset yang sesuai dengan kebutuhan untuk pengujian riset pangan. Selain itu, laboratorium ini juga memberikan ketersediaan fasilitas produksi skala kecil sesuai standar GLP dan Good Manufacturing Practice (GMP) dan memberi nilai tambah bagi produk hasil riset Indonesia.
 
“Dengan begitu, maka produk riset pangan kita memiliki daya saing dengan produk sejenis dari negara lain, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Kemudian, produk riset juga akan memenuhi persyaratan mutu dan dijamin tidak menimbulkan risiko berbahaya yang disebabkan karena tidak aman, mutu rendah, atau yang lainnya,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati.
 
Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi, Dr. Bambang Sunarko, menuturkan bahwa tujuan jangka pendek adalah untuk memfasilitasi kegiatan penelitian tahap lanjut, pengujian, pembuatan prototipe dan lain-lain yang membutuhkan ruangan bebas-partikel bertekanan negatif BSL-3, baik secara in vitro maupun in vivo yang didukung oleh fasilitas berstandar GLP dan GMP. “Sedangkan, tujuan jangka panjang pembangunan laboratorium BSL-3 dan fasilitasnya adalah untuk mendukung pengembangan dan produksi pangan dan obat berbasis bioteknologi di Indonesia,” katanya.
 
Sasaran jangka panjang lainnya dari pembangunan laboratorium BSL-3 adalah dari segi penggunaan fasilitas tersebut secara luas. “Artinya, laboratorium bisa dimanfaatkan secara bersama melalui mekanisme kerja sama dengan LIPI. Ini ditujukan bagi stakeholder yang memerlukan pengujian dan pengembangan produknya agar berkualitas baik,” tutup Bambang.
 
Untuk diketahui, keberadaan laboratorium BSL-3 sendiri bakal memberikan manfaat bagi beragam stakeholder riset di Indonesia. Para stakeholder ini, antara lain Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Standardisasi Nasional (BSN), berbagai universitas, industri obat di Indonesia, serta masyarakat umum.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Bambang Sunarko (Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI)
  • Dr. Puspita Lisdiyanti (Koordinator BSL-3 Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI)
  • Purwadi (Koordinator Media Massa, Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI
Penulis: pwd
Editor: dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati