LIPI Diseminasikan Hasil Riset Kelautan dan Gelar Open Ship Kapal Riser Baruna Jaya (KR BJ) VIII di Sail Sabang 2017

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) senantiasa berupaya menyebarluaskan informasi atau mendiseminasikan hasil-hasil risetnya ke masyarakat luas. Hasil-hasil riset ini, khususnya di bidang keanekaragaman biota laut, budidaya biota laut, dan kesehatan ekosistem pesisir. Salah satu langkah untuk penyebarluasan informasi tersebut, LIPI turut berpartisipasi dalam kegiatan Sail Sabang 2017 yang diselenggarakan di Sabang, Aceh. Dalam rangkaian kegiatan Sail Sabang, LIPI berpastisipasi dalam pameran “Wonderful Sabang Expo 2017” pada 1 hingga 5 Desember 2017 serta menggelar Open Ship Kapal Riset Baruna Jaya (KR BJ) VIII LIPI pada 1 hingga 2 Desember 2017.
 
Jakarta, 29 November 2017. Tujuan dari keikutsertaan LIPI dalam Sail Sabang secara umum ada beberapa hal. Pertama, mendiseminasikan hasil-hasil penelitian LIPI, khususnya bidang oseanografi, kepada publik secara interaktif melalui pameran. Kedua, memberikan informasi dan pengalaman kepada masyarakat, khususnya pengunjung Sail Sabang 2017, tentang KR BJ VIII LIPI sebagai salah satu kapal riset kelautan di Indonesia.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, mengatakan bahwa keikutsertaan LIPI di Sail Sabang merupakan sarana untuk menunjukan kontribusi LIPI bagi pengayaan Iptek di masyarakat melalui hasil-hasil risetnya di bidang kelautan. “LIPI memiliki hasil riset keanekaragaman dan potensi hayati laut, hasil riset lingkungan dan lainnya. Ini menjadi modal penting dalam memberikan masukan kepada pemerintah untuk mengelola potensi laut dan mencegah ancaman kepunahan penurunan biodiversitas biota laut akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia,” jelasnya.
 
Dirhamsyah, Kepala P2O LIPI, mencermati bahwa hasil-hasil riset LIPI terkait kelautan telah ada dalam sejarah dan kiprahnya telah ada di skala nasional dan internasional. Berbagai data dan material riset berupa koleksi biota laut Indonesia telah diperoleh sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi bangsa Indonesia. Data hasil riset tentang lingkungan laut dan sumber daya laut yang dilakukan P2O LIPI, khususnya penelitian yang terkait ekosistem pesisir baik mangrove, lamun dan terumbu karang, menjadikan satuan kerja LIPI ini dipercaya sebagai wali data untuk status terumbu karang dan lamun secara nasional. “Hal tersebut juga menjadi peluang diseminasi bagi P2O dalam memberikan penyadaran bagi masyarakat tentang arti penting ekosistem lamun dan terumbu karang,” tutur Dirhamsyah.
 
Di sisi lain, dia katakan bahwa material riset seperti koleksi biota laut, diharapkan menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan dapat dijadikan sebagai rujukan ilmiah bagi kalangan akademisi. Melalui koleksi biota laut ini, pengenalannya secara tepat dapat dilakukan dan diajarkan kepada pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak itu meliputi akademisi, pelaku bisnis, maupun pihak terkait lainnya. “Hingga akhirnya diharapkan pengenalan dan edukasi tentang biota laut menjadi acuan dalam membuat aturan atau kebijakan dalam tataran spesies,” tambahnya.
 
Sementara itu, P2O LIPI juga berperan dalam upaya penanggulangan penurunan biodiversitas dan hilangnya biota laut komersial di alam. Satuan kerja yang terletak di Jakarta Utara ini menanggulanginya dengan riset-riset budidaya biota laut sebagai salah satu terobosan dalam ketahanan pangan nasional dan juga sebagai upaya konservasi. “Kesuksesan hasil riset budidaya biota laut ini perlu didesiminasikan ke masyarakat agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya, termasuk bagi masyarakat Sabang lewat Sail Sabang 2017,” pungkas Dirhamsyah.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dirhamsyah (Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Oseanografi
Penulis: pwd
Editor: dig

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Dirhamsyah M.A.