LIPI Dorong Penguatan Nilai Ubi Kayu di Indonesia

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi berupaya mendorong peran riset dan kebijakan untuk penguatan rantai nilai ubi kayu Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia saat ini cenderung bergantung pada impor untuk ubi kayu olahan. Lihat saja, jumlah impor ubi kayu olahan meningkat secara drastis pada 2011-2012 yang kemudian terjadi lagi pada 2015 hingga sekarang. Penyebabnya adalah produksi dan pemrosesan ubi kayu di Indonesia masih menghadapi banyak kendala, sehingga produk yang dihasilkan belum mampu bersaing dengan produk impor yang menawarkan kualitas lebih baik, ketersediaan berkelanjutan, dan harga lebih murah.
 
Kabupaten Bogor, 7 September 2017. Ubi kayu adalah salah satu tanaman pangan sumber karbohidrat penting di Indonesia yang kegunaannya juga dapat meliputi non pangan. Ubi kayu yang diolah menjadi pati dan tepung telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai jenis industri, baik industri makanan maupun industri tekstil, kertas, farmasi, hingga bioenergi.
 
Sayangnya, peningkatan kebutuhan ubi kayu olahan belum mampu diimbangi oleh produk pertanian lokal yang didukung oleh inovasi teknologi atau hasil penelitian. Inilah penyebab utama meningkatnya jumlah impor ubi kayu olahan, yang akhirnya berdampak pada menurunnya luas lahan panen, jumlah produksi, dan produktivitas ubi kayu, sebagai indikasi berkurangnya minat petani untuk melanjutkan peranannya dalam rantai nilai ekonomi ubi kayu. “Peran dan perhatian pemerintah melalui bentuk kebijakan yang mengatur tata niaga dan produksi sangat diperlukan untuk mendorong petani, akademisi dan peneliti, serta praktisi ubi kayu untuk meningkatkan produksi, kualitas serta daya saing produk ubi kayu dalam negeri,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati.
 
Untuk meningkatkan perhatian berbagai pihak terhadap produksi dan tata niaga ubi kayu, Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Bambang Sunarko mengungkapkan, perlu dilaksanakan pertemuan ilmiah yang melibatkan peran serta aktif akademisi, peneliti, praktisi dan kementerian teknis untuk membahasnya. Dengan pembahasan dalam pertemuan itu, maka akan dihasilkan rancangan implementatif riset maupun rumusan kebijakan untuk menjadi aksi nyata dalam mendorong peningkatan dan penguatan produksi ubi kayu olahan di Indonesia.
 
Kegiatan pertemuan ini dalam bentuk workshop bertajuk “Peran Riset dan Kebijakan untuk Penguatan Rantai Nilai Ubi Kayu Indonesia”. Kegiatan itu ditujukan pula untuk membentuk konsorsium ubi kayu antar akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan sinergi peran institusi yang terkait dalam rantai ekonomi ubi kayu.
 
Kegiatan workshop yang diikuti 130 peserta kali ini merupakan bagian dari Open House Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI yang diselenggarakan pada 7-8 September 2017. Open house ini juga merupakan bagian dari Bioresource Science Week Fair. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Bioteknologi Peternakan kantor Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI ini diisi beragam kegiatan, seperti pameran hasil riset, pelatihan bidang bioteknologi, kunjungan laboratorium, demo etalase produk teknologi pertanian dan peternakan terpadu zero waste, serta rangkaian focus group discussion dan workshop kegiatan riset unggulan bioteknologi.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Bambang Sunarko (Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas - Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Bioteknologi
Penulis: pwd
Editor: isr

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
 
Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati
Diakses : 410    Dibagikan :