LIPI Dorong Peningkatkan Pemahaman Uji Perlindungan Varietas Tanaman

 
 
Kesadaran dan pemahaman para peneliti maupun pemulia tanaman terhadap varietas tanaman baru yang ditemukannya agar terlindungi secara hukum harus terus ditingkatkan. Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) menjamin akan perlindungan atas sumber kekayaan alam (plasma nutfah). Agar para peneliti atau pemulia tanaman terpacu untuk merakit varietas-varietas tanaman baru yang bermanfaat bagi masyarakat, Pusat Inovasi  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian mendorongnya dengan menggelar Workshop Uji Substantif PVT yang berlangsung pada 8-10 Agustus di Lembang, Jawa Barat.
 
Lembang, 10 Agustus 2017. PVT adalah kekayaan intelektual yang diberikan kepada pemulia tanaman atau pemegang hak PVT untuk memegang kendali secara eksklusif terhadap bahan perbanyakan (mencakup benih, stek, anakan, atau jaringan biakan) dan material yang dipanen (bunga potong, buah, potongan daun) dari suatu varietas tanaman baru untuk digunakan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Selain varietas-varietas tanaman baru, Kementerian Pertanian juga memberikan perlindungan bagi varietas-varietas tanaman lokal yang telah menjadi milik masyarakat.
 
Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) milik pemerintah, LIPI dengan beberapa satuan kerja di bidang hayati memiliki tanggung jawab selain untuk konservasi juga melakukan penelitian dan pengembangan terhadap tanaman. Pendalaman lebih lanjut sistem PVT merupakan bentuk harmonisasi dari konservasi dan komersialisasi varietas. Apalagi ancaman kepunahan tanaman di Indonesia saat ini sudah kentara dengan berkurangnya bibit-bibit tanaman asli. “Peran pemuliaan melalui penemuan varietas unggulan maupun baru sangat menolong agar ke depan ancaman kepunahan bisa diatasi dan komersialisasi bisa terus berlanjut melalui PVT,” ujar Kepala Pusat Inovasi LIPI, Nurul Taufiqurrochman dalam Workshop Uji Substantif PVT di Lembang, Selasa (8/8).
 
Hingga saat ini, LIPI melalui Pusat Inovasi telah mendaftarkan  10 varietas tanaman hasil pemuliaan untuk PVT, dimana lima di antaranya telah mendapatkan sertifikat hak PVT. “Penguatan kompetensi dan kapabilitas pengelola kekayaan intelektual, dan juga pemulia tanaman terkait PVT menjadi suatu keharusan, terutama dengan potensi sumber daya genetik yang besar,” imbuhnya.
 
Workshop kali ini menekankan pada aspek Uji Baru, Unik, Stabil, dan Seragam (BUSS) dan simulasi sidang Komisi PVT. Uji BUSS pada workshop dilaksanakan melalui praktik langsung di lapangan, dilanjutkan dengan materi penyusunan dokumen Permohonan Hak PVT dan sesi simulasi Sidang Komisi PVT. “Dengan dilakukannya praktek langsung, diharapkan mampu meningkatkan minat dan kreativitas peneliti di bidang kegiatan pemuliaan dan dapat meningkatkan jumlah pendaftaran PVT di LIPI,” tutur Nurul. Selain melindungi hasil karya peneliti atau pemulia tanaman di LIPI, PVT juga merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas lembaga litbang, pungkasnya.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Nurul Taufiqurrochman (Kepala Pusat Penelitian Inovasi LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)


Sumber: Pusat Inovasi LIPI
Penulis: msa
Editor: pwd

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Nurul Taufiqu Rochman M.Eng.
Diakses : 341    Dibagikan :