LIPI Resmikan Kebun Raya Lemor di Lombok Timur

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meresmikan Kebun Raya (KR) Lemor di Dusun Cempaka, Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). KR Lemor merupakan kebun raya daerah yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama LIPI dan stakeholders terkait, yang saat ini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lombok Timur. Peresmian kebun raya tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati pada Rabu, 8 Agustus 2018.
 
Lombok Timur, 8 Agustus 2018. KR Lemor telah mengkonservasi jenis tumbuhan lesser sunda sebanyak 1.479  Spesimen, 247 Jenis (Spesies), 317 Marga (Genus), 116 suku (Famili), dan 276 masih sp yang berada di pembibitan. Sedangkan, koleksi yang sudah tertanam sebanyak 1.979 spesimen, 284 jenis, 270 marga, 178 masih sp, serta 35 suku. Jumlah koleksi di lahan ex situ seluas 42 hektar memang belum banyak, namun koleksi yang tumbuh spontan di lahan in situ seluas 82,9 hektar merupakan aset koleksi tumbuhan yang luar biasa berharga. Beberapa koleksi yang dimiliki ini ditata dalam bentuk taman tematik seperti taman buah lokal dan taman anggrek.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI mengungkapkan, pembangunan KR Lemor mengusung tema “Konservasi Tumbuhan Bioregion Lesser Sunda”. Kebun raya yang diinisiasi pada tahun 2008 ini berada di Kawasan Hutan Lindung Lemor. “Payung hukum pembangunan kebun raya tersebut adalah adanya penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara LIPI dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Perjanjian Kerja Sama antara Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI dengan Dinas Kehutanan Lombok Timur pada 18 Mei 2010. Kedua naskah kerja sama ini selanjutnya diperpanjang lagi pada 18 Mei 2015,” ungkap Enny.
 
Sementara itu, Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Dr. Didik Widyatmoko menambahkan, keberadaan KR Lemor tak terlepas dari peran LIPI melalui PKT Kebun Raya sebagai instansi pembina kebun raya daerah di Indonesia. PKT Kebun Raya LIPI telah berperan aktif dalam menyelenggarakan penelitian, pengembangan dan penerapan iptek yang mendukung keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya hayati koleksi KR Lemor melalui kegiatan eksplorasi dan detasering. “Selain itu, kami juga melakukan pembinaan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola kebun raya daerah melalui berbagai kegiatan. Kegiatan itu, antara lain pendidikan dan pelatihan perkebunrayaan untuk tingkat manajemen dan teknis; memberikan bantuan konsultasi teknis dalam perencanaan, pembangunan, pengelolaan, penyiapan koleksi; sebagai fasilitator dalam pembentukan kelembagaan; sebagai fasilitator dalam usulan pembangunan fisik ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR); serta meningkatkan jejaring nasional melalui wadah Masyarakat Perkebunrayaan Indonesia (MAPI),” papar Didik.
 
Dikatakannya, sejak diinisiasi dulu sampai sekarang, pihaknya telah membangun tiga taman tematik (Taman Anggrek, Taman Buah Lokal, Taman Amphitheater dan Pembibitan). Kemudian, PKT Kebun Raya LIPI juga mengirim tim eksplorasi ke KR Lemor dalam rangka pengkayaan koleksi KR Lemor, tim detasering terkait alih teknologi perkebunrayaan, serta penataan koleksi dan kawasan kebun raya. “Ada pula penempatan dua orang tenaga pegawai tidak tetap (PTT) di KR Lemor sejak 2013 hingga saat ini, kecuali pada tahun 2014,” tutur Didik.
 
Dia melanjutkan, dalam kurun waktu 2013-2018, pengelola dan staf KR Lemor sudah mengikuti Diklat Perkebunrayaan Kelas Manajemen dan Teknis secara aktif di PKT Kebun Raya LIPI. Di sisi lain, ada juga bantuan lainnya, seperti publikasi (buku “Refleksi 11 Tahun Pembangunan KR Lemor, Lombok Timur” dan Katalog Koleksi), pembuatan film dokumenter, sarana produksi kebun, sarana perkantoran dan survei, rumah pembibitan, rumah paranet, serta lainnya.
 
Sementara terkait dengan infrastruktur KR Lemor, infrastrukturnya berasal dari anggaran Dinas Pengelola KR Lemor dan swadaya pengelola. Infrastruktur yang dibangun oleh Dinas Pengelola, diantaranya kantor pengelola, jalan setapak, jalan pedestrian gazebo, toilet, pembibitan, saluran drainase, dan kolam. Sedangkan mushola dan tempat wudhu dibangun atas swadaya pengelola. Meskipun pembangunan infrastruktur yang ada cukup sederhana karena masih bertumpu pada anggaran swadana Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, namun secara fungsi KR Lemor telah menjalankan lima fungsi utama kebun raya yaitu fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, serta wisata dan jasa lingkungan.
 
Sedangkan terkait penelitian, Enny menyebutkan bahwa beberapa penelitian telah dilakukan di KR Lemor, antara lain inventarisasi jamur edible, inventarisasi jenis benalu, infiltrasi lahan di kawasan KR Lemor. Lalu pada tahun 2017, dilakukan penelitian keanekaragaman Collembola pada kawasan ex situ dan insitu. Ada pula penelitian tentang pengaruh perbedaan konsentrasi pupuk cair terhadap pertumbuhan stek Hoya diversifolia BI dan Hoya “Kusnoto”, survei cadangan karbon di kawasan hutan lindung Lemor dan kawasan hutan Gawang Gong, serta penelitian keanekaragaman tumbuhan yang potensial sebagai tanaman obat di KR Lemor. Untuk tahun 2018, dilaksanakan penelitian bertema “Studi Populasi dan Parameter Demografi Monyet Ekor Panjang (Macacafascicularis) di Jalur Tracking Mata Air Lemor di Kawasan KR Lemor Kabupaten Lombok Timur”.
 
Enny katakan, fungsi penelitian telah dijalankan dengan membangun hubungan kerja sama penelitian bersama antara LIPI dengan Universitas Mataram, yang menjadikan KR Lemor sebagai bahan kajian penelitian dalam berbagai aspek ilmu hayati. “Selain fungsi penelitian, kebun raya ini biasanya dijadikan sebagai sarana pendidikan lingkungan bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga siswa-siswi SMA/SMK dan pencinta alam seluruh Kabupaten Lombok Timur,” tambahnya.
 
Diharapkan Enny, KR Lemor ke depan mampu menjalankan fungsi perkebunrayaan secara mandiri. “Keberadaan kebun raya tersebut dapat memberikan manfaat yang optimal bagi ilmu pengetahuan, dunia pendidikan, dan masyarakat luas. Dan akhirnya, bisa menjadi pusat konservasi tumbuhan bioregion lesser sunda di Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Didik Widyatmoko, M. Sc. (Kepala PKT Kebun Raya LIPI)
  • Ir. Dwi Murti Puspitaningtyas (Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Ex situ, PKT Kebun Raya LIPI)

Sumber: PKT Kebun Raya LIPI
Penulis: dnh
Editor: pwd,dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari PKT Kebun Raya LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.