LIPI Resmikan Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Gubernur Sumatera Selatan dan Ketua Komisi VII DPR meresmikan Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan. Proses pembangunan Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan  tersebut diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara LIPI dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Perjanjian Kerja Sama antara PKT Kebun Raya-LIPI dengan Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2010. Inisiasi kerjasama tersebut ditindak lanjuti dengan pembuatan masterplan pada tahun 2011 akan diresmikan penggunaannya pada tanggal 27 Juli 2018.
 
Palembang, 27 Juli  2018. LIPI melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI telah berperan aktif dalam pembangunan kebun raya daerah.  Hingga tahun 2018 ada sejumlah 32 kebun raya daerah di Indonesia yang tersebar di 21 provinsi yang mewakili 17 tipe ecoregion.  “Sepuluh (10) Kebun Raya Daerah diantaranya telah di launching, dan 3 kebun raya direncanakan akan di launching yaitu KR Sriwijaya, Sumatera Selatan; KR Lemor Lombok, NTB, dan KR Jagathnata Jembrana, Bali pada tahun 2018 ini,” terang Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko. 
 
Selain itu Handoko menjelaskan, sudah ada 6 pemerintah daerah yang melakukan penandatanganan kerja sama untuk mengusulkan inisiasi kebun raya baru di daerahnya, yaitu KR Malino, Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan; KR Sigi-Sulawesi Tengah, KR Mangrove Surabaya, Jawa Timur, KR Tapanuli Selatan-Sumatera Utara, KR Sabang, Aceh dan KR Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.  “Jumlah ini akan terus berlanjut seiring dengan antusiasme Pemerintah Daerah lainnya,” ungkap Handoko.
 
Handoko menambahkan, Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan di inisiasi dan dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sumatera Selatan. Kebun Raya Sriwijaya Sumatera Selatan terletak di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Dengan lahan seluas ± 100 Ha terletak pada lahan komplek kawasan Agro Techno Park 2 (ATP 2). Kawasan ini dulunya merupakan hutan produksi yang kemudian ditetapkan menjadi kawasan hutan dengan tujuan konservasi. “Keberadaan Kebun Raya Sriwijaya bertujuan untuk menyelamatkan berbagai jenis tanaman berpotensi obat dan tumbuhan lahan basah, khususnya yang ada di Sumatera,” kata Handoko.
 
Didik Widyatmoko, Kepala PKT Kebun Raya-LIPI, menjelaskan bahwa  KR Sriwijaya telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjalankan fungsi kawasan konservasi tumbuhan, penelitian dan pendidikan lingkungan. KR  Sriwijaya telah menetapkan tema “Tumbuhan obat dan lahan basah Sumatera”.  “Koleksi tumbuhan di Kebun Raya Sriwijaya sampai Juni 2018 di pembibitan berjumlah 366 jenis (4.099 spesimen),  dan koleksi tertanan dikebun berjumlah 11 jenis (288 spesimen) dan data base koleksi berjumlah 61 jenis (290 spesimen),” ungkap Didik. 
 
Didik menambahkan, Taman tematik yang telah ditata adalah Taman Tematik Hias berpotensi Obat Dan Taman Tematik Tumbuhan Gambut. Beberapa infrastruktur pendukung lima fungsi kebun raya telah terbangun pada zona penerima, zona pengelola dan zona koleksi antara lain rumah pembibitan, lahan pembibitan, cafetaria, pintu air, lampu solar, pagar, tower air, kantor pengelola, gedung intrepretasi, mess karyawan, rumah dinas, guest house, jalan akses menuju kebun raya (aspal), jalan boulevard, lahan parkir, gerbang, gardu listrik, dan saluran drainase.
 
Didik menjelaskan bahwa capaian Kebun Raya Sriwijaya ini merupakan hasil sinergi kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Perusahaan dibawah naungan BUMN maupun pihak swasta.  “Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dan berkomitmen dalam pembangunan Kebun Raya Sriwijaya dan diharapkan pembangunan KR Sriwijaya ini akan menjadi model pembangunan kebun raya daerah di Indonesia yang mempunyai lahan gambut,” pungkasnya.
 
Sebagai informasi, sumbangsih dan peran yang dilakukan berbagai pihak diantaranya Kementerian PUPR terkait master plan dan DED infrastruktur, Kementerian Dalam Negeri terkait pembentukan UPT KR Sriwijaya, Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kehutanan Provinsi, Dinas Perkim Provinsi, Dinas Pengelolaan SDA Provinsi, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir terkait  kafetaria, BP DAS HL Musi, PT. Bukit Asam terkait kantor pengelola, rumah dinas dan mess karyawan, PT. Bank Sumsel Babel terkait wisma tamu, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII-Kementerian PUPR terkait embung, pintu air, kanal, PT. Conoco Philip terkait penanaman 35.41 ha, JOB Pertamina Talisman Jambi Merang terkait penanaman 12.06 Ha, PT. Seleraya terkait penanaman 6 Ha, PT. Medco terkait penanaman 14 Ha, PT. Pupuk Sriwijaya, PT. Sentosa Bahagia Bersama Palembang, dan BRI.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Didik Widyatmoko, M.Sc (Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya, LIPI)
  • Dwi Murti Puspitaningtyas (Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Ex situ, PKT Kebun Raya LIPI)

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.
Diakses : 631    Dibagikan :