LIPI Uji Aspek Baru, Unik, Stabil, dan Seragam pada Varietas Tanaman Baru

 
 
Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) adalah kekayaan intelektual yang diberikan kepada pemulia tanaman atau pemegang hak PVT untuk memegang kendali secara eksklusif terhadap bahan perbanyakan tanaman. Dengan adanya PVT, diharapkan dapat memacu inovasi dan invensi hayati karena terlindunginya hak para pemulia tanaman terhadap varietas barunya. Oleh karena itu, untuk mengenalkan PVT dan pengujian substantifnya pada peneliti dan masyarakat, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menyelenggarakan “Workshop Uji Substantif PVT” pada Selasa-Rabu, 3-4 April 2018 di Lembang, Jawa Barat.
 
Jakarta, 3 April 2018. Pemulia tanaman atau pemegang hak PVT memiliki hak eksklusif terhadap bahan perbanyakan seperti benih, stek, anakan, dan jaringan biakan. Selain itu, material yang dipanen seperti bunga potong, buah dan potongan daun juga menjadi hak eksklusif pemilik hak PVT. “Dengan PVT diharapkan para pemulia tanaman akan terpacu untuk merakit varietas-varietas tanaman baru yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI.
 
Enny menjelaskan, LIPI sebagai lembaga riset pemerintah memiliki tanggung jawab terhadap kekayaan hayati. Selain terkait konservasinya, LIPI juga melakukan penelitian dan pengembangan terhadap tanaman. “Salah satu penelitian terkait hayati yakni terkait perekayasaan atau pemuliaan tanaman. Penelitian ini selain bisa menjaga kelestarian tanaman, juga bisa menambah keanekaragaman jenis tanaman,” ungkap Enny.
 
Sementara itu, Nurul Taufiqu Rochman, Kepala Pusat Inovasi LIPI mengatakan, PVT memberikan jaminan perlindungan pada sumber kekayaan alam (plasma nutfah). “Selain varietas tanaman baru, pemerintah juga memberikan perlindungan pada varietas tanaman lokal yang dimiliki masyarakat,” kata Nurul.
 
Nurul memaparkan, peningkatan perolehan paten di bidang hayati telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir ini. “Peningkatan paten mengindikasikan bahwa penguasaan teknologi di bidang ini mulai meningkat dan diharapkan dapat mendukung perekayasaan tanaman,” papar Nurul.
 
Perlu diketahui, peraturan terkait PVT telah diatur pemerintah yakni UU No. 29 Tahun 2000. Secara spesifik, pasal 1 (1) menjelaskan bahwa PVT adalah perlindungan khusus yang diberikan negara, yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman.
 
Nurul menjelaskan, hingga saat ini LIPI melalui Pusat Inovasi telah mendaftarkan sebanyak 10 varietas tanaman hasil pemuliaan untuk PVT. Sebanyak 5 diantara varietas tersebut telah mendapatkan sertifikat hak PVT. “Penguatan kompetensi pemulia tanaman mengenai kekayaan intelektual dan perlindungan varietas tanaman menjadi suatu keharusan, sehingga perlu digelar workshop untuk menyadarkan bahwa PVT adalah sebuah kebutuhan,” terangnya.
 
Sebagai informasi, workshop uji substantif PVT ini akan lebih menekankan pada aspek Baru, Unik, Stabil, dan Seragam (BUSS). Materi yang akan diberikan dalam workshop itu diantaranya adalah kebijakan pengelolaan PVT, praktek pengamatan karakteristik tanaman, materi PVT dan penyusunan dokumen pemohonan hak PVT, pemanfaatan PVT dari laboratorium menuju pasar dan aplikasi teknik nuklir dalam PVT.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Prof. Dr. Enny Sudarmonowati (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI)
  • Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. (Kepala Pusat Inovasi LIPI)

Sumber: Pusat Inovasi LIPI
Penulis: lyr
Editor: dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Inoasi LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Nurul Taufiqu Rochman M.Eng.