Mengenal Peran Keturunan Hadhramis di Indonesia

 
 
Sebanyak 90 persen keturunan Arab yang berada di Indonesia adalah keturunan Hadhramis yakni berasal dari kota Hadramut, Yaman Selatan. Keturunan Hadhramis ini ternyata memiliki peran dalam berbagai sektor, antara lain sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Seperti dicatat oleh sejarah, keturunan Hadhramis yang memainkan peran di Indonesia di antaranya adalah Wali Songo, Imam Bonjol, Sultan Hamid II (Perancang Lambang Garuda), Husein Mutahar (Penyelamat Bendera Pusaka), AR Baswedan, Ali Alatas, Alwi Shibab dan Anies Baswedan.  Untuk mengenal lebih jauh  peran dan pengaruh keturunan Hadramis di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan kegiatan “International Conference on the Dynamics of Hadhramis in Indonesia” pada Rabu, 22 November 2017 di Royal Kuningan Hotel Jakarta.
 
Jakarta, 22 November 2017. Kedatangan orang Hadhramis ke Indonesia pada sekitar abad ke-13 yakni untuk berdagang dan berdakwah. Namun keturunan ini menetap dan berkeluarga dengan penduduk lokal secara berangsur-angsur. Beberapa keturunan arab Hadramaut yang teridentifikasi diantaranya bermarga Assegaf, Alatas, Sungkar, dan Bawazier.
 
Peran keturunan Hadhramis di Indonesia telah dipelajari oleh ilmuwan. Fakta yang terungkap adalah bahwa meskipun identitas mereka beragam, mereka tetap mempertahankan misionaris religius dan pandai berdagang. Selain itu, umumnya mereka memiliki kisah sukses tidak hanya dalam agama, tetapi juga dalam perdagangan, pendidikan, publikasi, dan politik.
 
Keberhasilan keturunan Hadhramis di Indonesia tidak terlepas dari telah terbentuknya hubungan baik dengan leluhur mereka dengan orang Indonesia terdahulu. Masyarakat Hadhramis secara historis mengenalkan gagasan modernisme dan reformasi islam di Indonesia. Merekalah yang menciptakan dan mengembangkan berbagai pendidikan Islam dan gerakan keagamaan.
 
Terlepas dari peran penting masyarakat Hadramis di sejarah Indonesia, peningkatan jumlah orang Hadhramis di bidang politik dan ekonomi Indonesia masih belum dipelajari secara komprehensif. Padahal, tren ini akan menarik bila dikaitkan dengan kegiatan politik keluarga Shihab, Baswedan, Alatas, dan keluarga Hadhramis lainnya. Apalagi bila hal tersebut dikaitkan dengan politik identitas yang dibangun masyarakat keturunan Hadhramis di Indonesia.
 
Untuk membahas secara komprehensif peran keturunan Hadramis di Indonesia, seminar ini akan menghadirkan narasumber yakni Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah), Fareed Alatas (National University of Singapore), dan Martin Slama (University of Vienna). Adapun topik yang akan dibahas yakni dinamika orang Hadhramis di Indonesia dalam berbagai bidang seperti sosial, budaya, ekonomi dan politik.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Sri Sunarti Purwaningsih (Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan  LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)
 
Sumber: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI
Penulis: lyr
Editor: pwd,irm

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Sri Sunarti Purwaningsih M.A.
Diakses : 382    Dibagikan :