Millenial Talks: Inspiring Science Generation

 
 
Ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan yang begitu masif dalam berbagai sendi kehidupan manusia. Ditambah lagi, generasi muda  yang merupakan salah satu kelompok terbesar dalam struktur penduduk saat ini, diharapkan dapat menjawab tantangan baru dan memberikan kontribusi melalui pendekatan berbasis sains. Secara khusus terkait bagaimana  teknologi digital dan komputasi mengelola big data untuk kemudahan umat manusia; bagaimana melalui pendekatan studi terhadap fenomena kimia dan biokimia, manusia mampu mempelajari pengelolaan lingkungan yang efektif; dan bagaimana kemudahan teknologi mampu menciptakan suatu invensi  yang terjangkau bagi para penyandang disabilitas. Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengulas pemikiran dan karya generasi milenial untuk berdiskusi dan berani bicara Sains dalam kegiatan “MILLENIAL TALKS: Inspiring Science Generation” di LIPI Jakarta pada tanggal 4 Maret 2019

Jakarta, 4 Maret 2019. Keberadaan generasi millenial sebagai bonus demografi penduduk Indonesia menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas bangsa dalam memenangkan persaingan global. Pendekatan sains adalah salah satu upaya solutif yang mulai tumbuh di kalangan anak muda untuk menjadikan bangsa menjadi lebih produktif. “Millenial Talk ini untuk menginspirasi generasi ilmiah IIndonesia untuk terus berkarya dan memahami dunia penelitian. Konsepnya adalah bringing science down to earth and inspiring more,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana.

Adapun tiga narasumber yang akan hadir diantaranya Rifki Sadikin (Peneliti Pusat Penelitian Informatika LIPI), Ajeng Arum Sari (Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI), dan Alwan Hanif Ramadhan (Pemenang National Young Inventor Awards - LIPI 2018). “Kami akan menghadirkan tiga narasumber yang bisa menginspirasi generasi Millenial berdasarkan prestasi mereka di bidang sains,” ujar Mila.

Rifki Sadikin menekuni penelitian terkait implementasi perangkat keras untuk sirkuit keamanan komputer (cyber security), terkhusus terkait Kriptografi. Dalam tingkat internasional, ia juga terlibat dalam komputasional sains, seperti kolaborasi dengan ALICE (A Large Ion Collider Experiment)-CERN (European Laboratory for Particle Physics). Rifki meraih gelar Doktor pada 2013 di School of Electrical Engineering and Computer Science, Kyungpook National University, Korea.

Ajeng Arum Sari menekuni penelitian terkait kimia lingkungan dan telah memiliki pengalaman bertahun-tahun di Jepang dan Amerika Serikat. Ajeng juga berhasil menjadi Pemenang penghargaan Toray dengan tema “The Development of Technology for Environmental Friendly Activated Carbon Material Based Fe and Al from Black Liquor Sludge in Bioethanol Wastewater”. Ia telah memiliki beberapa paten, artikel dengan Hi-Index 8 (Google Scholar) dan 5 (Scopus); peraih penghargaan Satya Lancana Pembangunan, 2018; Peneliti Terbaik 1 Pusat Penelitian Kimia LIPI, 2017-2018. Ajeng meraih gelar Doktor di The United Graduate School of Agricultural Sciences, Ehime University, Japan.

Alwan Hanif Ramadhan adalah Pemenang Harapan II National Young Inventor Awards (NYIA) LIPI tahun 2018. Ia berhasil mengembangkan alat “Affordable Smart Prosthetic Arm”. Alat ini adalah perangkat lengan buatan dari bahan yang lebih ekonomis dan bertujuan untuk membantu pengguna disabilitas tanpa lengan dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Saat ini Alvin masih bersekolah di SMPN 1, Tasikmalaya, Jawa Barat.


Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Mila Kencana S.IP., M.A.