PT RNI Siap Adopsi Teknologi Kanker LIPI

 
 
Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker ganas yang kerap menyerang wanita di Indonesia. Karena sifat yang cukup mematikan tersebut, maka diperlukan suatu alat untuk mengidentifikasi keberadaan penyakit tersebut sejak dini. Dari sinilah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemudian menciptakan produk penelitian berupa Kit Diagnostic Kanker Payudara untuk mendeteksi dini kanker stadium awal. Hasil penelitian LIPI ini pun telah masuk dalam tahap hilirisasi dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) melalui anak perusahaannya PT Pharos tertarik untuk mengadopsi dan memproduksi hasil penelitian kit tersebut.
 
Jakarta, 2 Maret 2017. Langkah adopsi teknologi Kit Diagnostic Kanker Payudara dari LIPI oleh PT RNI dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak pada 2 Maret 2017 di Jakarta. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain dan Direktur Utama PT. RNI, B. Didik Prasetyo.
 
Kepala LIPI mengungkapkan, kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan memanfaatkan hasil-hasil penelitian secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pasar industri. “Salah satu industri ini adalah yang bernaung dibawah grup perusahaan PT  RNI, salah satunya PT Pharos, yang khususnya bergerak di bidang farmasi, kosmetik, dan kesehatan,” katanya.
 
Iskandar mengharapkan, kerja sama ini mendatangkan manfaat dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak serta memberi kontribusi positif, baik bagi pengembangan riset maupun bagi masyarakat melalui produk-produk yang berkualitas dan berteknologi tinggi. “LIPI telah menciptakan kit agar bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat yang membutuhkan dan kami berharap PT RNI bisa menyebarluaskannya,” tuturnya.
 
Untuk diketahui pula, produk penelitian ini  sudah memperoleh paten dengan nomor P00201701284 dan sudah bisa dilakukan proses hilirisasi. “Upaya hilirisasi hasil penelitian kit tersebut dilakukan agar hasil penelitian LIPI bisa langsung diproduksi dan digunakan masyarakat,” kata Nur Tri Aries Suestiningtyas, Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas (BKHH) LIPI.
 
Nur menjelaskan, potensi kerja sama antara LIPI dengan PT. RNI cukup baik, khususnya untuk proses pengembangan hilirisasi hasil penelitian lainnya. “Melihat besarnya potensi hilirisasi riset, diharapkan ke depannya kerja sama tidak hanya terbatas pada lisensi kit saja, tetapi juga pada hasil penelitian LIPI lainnya,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Pusat Inovasi dan BKHH akan memfasilitasi satuan kerja LIPI untuk menjalin kerja sama dengan PT. RNI. “Kita akan menjajaki potensi kerja sama terkait hasil riset LIPI lainnya sehingga ke depan secara pararel bisa dibuatkan Non Disclosure Agreement  (NDA),” pungkas Nur.

Keterangan Lebih Lanjut:
- Nur Tri Aries Suestiningtyas, M.A. (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)
- Isrard, M.H. (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Penulis: Pusinov, lyr
Editor: pwd

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain
Diakses : 405    Dibagikan :