Penjelasan Pemberitaan Pernyataan Peneliti LIPI tentang Munas Partai Golkar

 
 
Pusat Penelitian Politik (P2P) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia melakukan kajian politik dan kepartaian Indonesia yang dilakukan oleh Tim Sistem Kepartaian, Pemilu, dan Parlemen, Pusat Penelitian Politik LIPI. Pusat Penelitian Politik  LIPI dewasa ini dihadapkan pada tuntutan dan tantangan baru, baik yang bersifat akademik maupun praksis kebijakan. Secara moral, Pusat Penelitian Politik dituntut untuk memberikan arah dan pencerahan bagi masyarakat dalam rangka pembentukan fondasi yang kukuh bagi Indonesia baru yang rasional, adil, dan demokratis.
 
Jakarta, Humas LIPI. Pada 29 Juli, peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, Aisah Putri Budiarti diminta pendapatnya oleh jurnalis Bisnis.com terkait dengan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dan kandidat yang potensial berkompetisi di dalam Munas tersebut. Berita tersebut dimuat dengan judul “Pengamat: Sejumlah Masalah Berpotensi Ganjal Airlangga Jelang Munas Golkar” https://kabar24.bisnis.com/read/20190729/15/1129774/pengamat-sejumlah-masalah-berpotensi-ganjal-airlangga-jelang-munas-golkar 

Ada beberapa poin yang umumnya disampaikan kepada wartawan terkait dengan hal ini, di antaranya aspek-aspek yang mempengaruhi keterpilihan Ketua Umum  dalam Munas Golkar seperti dukungan presiden/wakil presiden terpilih dalam pemilu mengingat partai Golkar adalah partai pendukung pemerintah, dukungan internal partai, termasuk pengurus pusat dan daerah partai, serta kekuatan finansial yang  menentukan besarnya biaya partai politik.

Menurut Putri, ada dua calon yang berpotensi kuat menjadi calon ketua umum, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo karena keduanya telah digadang-gadang oleh kelompok elite partai Golkar. “Melihat dari aspek-aspek tadi,  maka baik Airlangga maupun Bambang memiliki peluang keterpilihan 50:50,” ujarnya.
 
 Terkait dengan pandangan yang kemudian dikutip menjadi inti berita, jurnalis Bisnis.com menanyakan terkait dengan kelemahan Airlangga dalam Munas. “Ada beberapa catatan tetapi bukan kekurangan,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, penjelasan disampaikan kepada wartawan dengan tetap mempertahankan keberimbangan dengan berdasarkan pada pengalaman riset tentang partai sebelumnya dan data/ serta akta yang ada. “Namun, pemberitaan tersebut  hanya memaparkan sebagian informasi dan tidak menyampaikan analisis secara menyeluruh dan mengambil hanya aspek catatan tentang Airlangga Hartarto tersebut,” tutupnya.
 
Plt Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana menyesalkan adanya pemberitaan yang tidak utuh dalam kutipan tersebut sehingga konteks dan substansi berubah. “Yang jelas pernyataan yang disampaikan Sdri Aisah Putri, peneliti di Puslit Politik tersebut bukan pernyataan institusi LIPI namun pandangan personal berdasar kompetensi yang bersangkutan”, pungkasnya.  
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Mila Kencana S.IP., M.A.
Diakses : 245    Dibagikan :