Peringati HCPSN 2017, LIPI Ajak Masyarakat Selamatkan Satwa dari Kepunahan

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengajak masyarakat dalam gerakan penyelamatan satwa dan tumbuhan lokal dari ancaman kepunahan. Hal ini merupakan bagian dari momentum peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2017, yang diperingati setiap tahun pada 5 November. Ajakan tersebut diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program LIPI pada tataran nasional maupun daerah. Tidak mudah membentuk kecintaan dan membangun kesadaran masyarakat Indonesia agar lebih mengenal, menyayangi dan menyelamatkan puspa dan satwa. Perilaku tersebut tidak sebatas pada puspa dan satwa yang langka dan dilindungi saja, tetapi juga pada seluruh keanekaragaman hayati Indonesia. Berlandaskan latar belakang tersebut, LIPI menyelenggarakan kegiatan Seminar “Mendekatkan Manusia dengan Alam dan Mendekatkan Alam dengan Manusia” pada Kamis, 23 November 2017 di Kota Bogor, Jawa Barat.
 
Jakarta, 23 November 2017. Peringatan HCPSN 2017 merupakan upaya agar puspa, satwa, dan keanekaragaman hayati lainnya terjaga secara baik. Apalagi keanekaragaman hayati menggambarkan keragaman bentuk kehidupan di bumi, baik darat, laut, maupun perairan lainnya. Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dapat berdampak positif untuk keberlanjutan pembangunan nasional seperti sektor pembangunan (pertanian, kehutanan, dan industri). “Sektor pembangunan secara langsung maupun tidak langsung bergantung terhadap keberadaan keanekaragaman hayati dan fungsi-fungsi lingkungan yang diperankannya,” ujar Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI.
 
Enny mengatakan, fungsi ekosistem harus dijaga untuk melindungi keanekaragaman hayati dan kekayaan spesies yang ada di dalamnya. “Keanekaragaman hayati harus dapat dilestarikan baik wujud maupun fungsinya. Selain itu, menjaga keanekaragaman hayati dapat mengendalikan perubahan. Ekosistem dapat dikelola dan terjaga dengan baik melalui konsep penataan ruang dengan baik,” ungkapnya.
 
Witjaksono, Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, menambahkan bahwa status biodiversitas atau keanekaragaman hayati dan kondisi lingkungan alam Indonesia kian memprihatinkan. Ini menjadi permasalahan yang masih terus dihadapi hingga sekarang. “Banyak tantangan dalam pengelolaan Keanekaragaman hayati, seperti mencegah kehilangan jenis, mencegah kerusakan habitat, menghadapi perubahan iklim, dan tekanan ekonomi. Kondisi tersebut memberi pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sumber daya hayati,” katanya.
 
Dikatakannya, keberadaan keanekaragaman hayati di Indonesia harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan memperhatikan aspek kelestariannya. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah melalui pengembangan ekowisata berkelanjutan. “Pemanfaatan keanekaragaman hayati untuk sektor pariwisata berkelanjutan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah,” terangnya. Lebih lanjut, pengembangan kawasan ekowisata baru memerlukan kajian ilmiah untuk mengidentifikasi potensi dan kondisi sosial masyarakat setempat.
 
Sebagai informasi, peringatan HCPSN kali ini merupakan upaya LIPI guna menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Dalam seminar ini akan memaparkan bahasan terkait pengungkapan rahasia kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia, jenis-jenis baru yang sudah dihasilkan peneliti Indonesia dalam 50 tahun terakhir dan peranannya bagi kehidupan manusia, pariwisata dan keanekaragaman hayati, community base tourism, pemanfaatan teknologi untuk penyadartahuan pentingnya ekosistem Karst, dan keanekaragaman hayati dalam aspek sosial budaya masyarakat adat Indonesia. Dalam kegiatan ini, juga disosialisasikan buku “Biota Indonesia 1967-2017”.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Witjaksono (Kepala Pusat Penelitian Biologi  LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Biologi
Penulis: lyr
Editor: pwd,dig

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Biologi

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Witjaksono M.Sc.
Diakses : 323    Dibagikan :