Prof. Dr. H. Umar Anggara Jenie, Sang Pelopor Bioetika Telah Tiada

 
 
Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali kehilangan salah satu tokoh ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini mumpuni dalam kiprahnya. Tokoh ini adalah Prof. Dr. H. Umar Anggara Jenie, beliau meninggal dunia pada Kamis (26/1) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB setelah melaksanakan Sholat Tahajud di kediamannya, Yogyakarta. Prof. Dr. H. Umar Anggara Jenie adalah Kepala LIPI pada periode 2002-2010 dan merupakan pelopor bidang bioetika.
 
Jakarta, 26 Januari 2017. Kabar duka tentu menyelimuti seluruh sivitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga dunia ilmu pengetahuan Indonesia. Melalui pesan bersambung dari keluarga dan kolega melalui aplikasi pesan singkat terkabar, “Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Telah meninggal dunia dengan tenang  Prof. Dr. H. Umar Anggara Jennie (Kepala LIPI periode 2002-2010) pada tanggal 26 Januari 2017 pukul 03:30 WIB di Yogyakarta, dlm usia 67 tahun. Menurut rencana almarhum akan disemayamkan di Balairung UGM pukul 12.30 WIB dan dimakamkan di makam Sewu Sentul pukul 14.00 WIB. Alamat rumah duka Jalan Waringinsari 1 Nomor C8, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta”.
 
Pesan tersebut pun segera menyebar ke berbagai grup pesan aplikasi singkat di kalangan sivitas LIPI dan kolega almarhum. Setelah dikonfirmasi kebenarannya, rasa duka mendalam pun akhirnya melingkupi segenap sivitas LIPI. “Kami semua berduka. LIPI menyampaikan terima kasih atas jasa beliau terhadap lembaga, pengembangan riset dan iptek di Indonesia,” ungkap Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.
 
Iskandar menuturkan, jasa besar almarhum terhadap pengembangan riset dan iptek di negeri ini terlihat khususnya dalam mengembangkan bidang etika ilmiah, mendorong riset strategis, serta meningkatkan status pembinaan profesionalitas fungsional peneliti di tingkat nasional. Almarhum pernah menerima Bintang Jasa Utama dari Pemerintah RI dan juga pernah menerima Penghargaan Sarwono Prawirohardjo pada 2010, penghargaan tertinggi LIPI yang diberikan kepada ilmuwan berjasa di bidang iptek. Disamping itu, almarhum Prof. Umar sangat berperan sebagai motor dalam membantu Kementerian Agama dalam menafsirkan ayat ilmiah Al-Quran.
 
Sekadar kilas balik perjalanan kehidupan almarhum Prof. Dr. H. Umar Anggara Jenie. Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) ini lahir di Solo, Jawa Tengah pada 22 Agustus 1950 silam. Dia menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Farmasi, UGM pada 1975; pendidikan S2 di bidang Ilmu Kimia dari University of New South Wales, Australia pada 1982; dan pendidikan S-3 di bidang Ilmu Kimia dari Australian National University, Australia pada 1988.
 
Almarhum Prof. Umar sendiri diangkat sebagai Guru Besar (Profesor) Kimia Medisinal Organik, Fakultas Farmasi di UGM pada 14 Juni 2010. Kemudian, diangkat menjadi Kepala LIPI pada 27 September 2002, dan menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kepala LIPI pada 14 Juni 2010. Tak hanya itu, dia juga menjadi Ketua Komisi Bioetika Nasional pada 2009-2012.
 
Dalam kiprahnya, dia pernah juga menjadi anggota International Dialogue on Bioethics of European Group on Ethics of Sciences and New Technology (IDB-EGE), sebuah kegiatan internasional yang peduli terhadap etika di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi baru.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Nur Tri Aries Suestiningtyas (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)
Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Rr Nur Tri Aries Suestiningtyas S.IP., M.A.