Standar dan Kualitas Produk Jadi Kunci Keberhasilan Daya Saing Produk Indonesia

 
 
Kerjasama bilateral, regional atau multilateral yang telah dijalin Indonesia diharapkan mampu mendorong peningkatan perekonomian Indonesia dan mengubah peran Indonesia yang selama ini konsumen terbesar agar menjadi produsen dan pemain penting dalam pasar global. Standar dan kualitas produk menjadi salah satu  kunci utama keberhasilan daya saing Indonesia di kancah internasional. Sebagai wujud diseminasi hasil penelitian berkaitan dengan penerapan sistem mutu dan teknologi pengujian untuk mempercepat penerapan regulasi dan mendorong peningkatan ketersediaan produk-produk yang berkualitas. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian menyelenggarakan Annual Meeting on Testing and Quality (AMTeQ) di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu, 3 Oktober 2018.
 
Serpong, 3 Oktober 2018. Kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah dimulai pada tahun 2015 menuntut adanya peningkatan kualitas mutu produk agar produk Indonesia tetap mampu bersaing. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undnag nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian untuk meningkatkan daya saing Indonesia. “Peran lembaga-lembaga penilaian kesesuaian sebagai infrastruktur mutu sangat vital dalam memastikan barang, jasa, proses, atau personal telah memenuhi persyaratan acuan,” jelas Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.
 
Menurut Handoko, break even point (BEP) yang lama menjadikan laboratorium uji belum banyak diminati oleh para pelaku usaha sehingga jumlahnya pun masih sedikit. “Hal ini berakibat pada terkendalanya penerapan standar,” ujar Handoko. Kegiatan AMTeQ menurut Handoko  akan menunjang kegiatan pengembangan dalam bidang sistem mutu dan teknologi pengujian sehingga terwujud budaya mutu. “Kegiatan ini akan mempertemukan akademisi, praktisi, pelaku industri, pengambil keputusan agar bisa saling bertukar informasi dan bernegosiasi,” jelas Handoko.
 
Selain seminar ilmiah, AMTeQ yang pada tahun ini merupakan perhelatan ke-13 juga memperkenalkan pentingnya standar dan kualitas produk pada generasi muda melalui kegiatan AMTeQ Young Inventor Competition (AYIC) yang melibatkan SMA/SMK atau sederajat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Para peserta berkompetisi mendesain alat uji dan metode pengujian dengan uji kekuatan mekanik regulator tekanan rendah untuk tabung LPG, uji jatuh kuat mekanis, serta endurance test saklar. Hasil inovasi dipresentasikan dalam bentuk prototype produk di pameran AMTeQ.
 
Selain itu juga diselenggarakan pameran yang diikuti oleh beberapa satuan kerja di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan AMTeQ meliputi beberapa kalangan diantaranya adalah pemerintah sebagai pembuat kebijakan, industri sebagai penyedia barang dan jasa, peneliti, pakar, laboratorium pengujian, mahasiswa, siswa/i SMA/SMK sederajat serta konsumen sebagai pengguna produk.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Agus Fanar Syukri (Kepala Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI)
  • Siwi Kironowati (Humas LIPI)

Sumber : Biro Kerjasama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Agus Fanar Syukri Ph.D.
Diakses : 208    Dibagikan :