Vaksinasi Covid-19: Sivitas LIPI, Lindungi Diri untuk Negeri

 
 
Kegiatan vaksinasi Covid-19 sudah mulai dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah. Aparatur Sipil Negara termasuk kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan terkena COVID-19. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk para sivitasnya.

Jakarta, 18 Maret. Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi prioritas kelima vaksinasi Covid-19 setelah lansia dan tenaga kesehatan, pedagang pasar, guru, dan tokoh agama.  Sebanyak 1941 civitas LIPI telah terdaftar untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang akan dilaksanakan pada Kamis dan Jumat (18/3 dan 19/3). Pelaksanaan vaksinasi bagi sivitas LIPI akan terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama terdapat 1000 orang ASN yang akan divaksinasi, termasuk Kepala LIPI dan jajaran pimpinan LIPI lainnya.

Salah satu upaya penanganan melawan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dengan membangun pemahaman kepada semua lapisan masyarakat terhadap risiko penularan Covid-19. Semua sivitas LIPI diharapkan ikut partisipasi dalam kegiatan vaksinasi Covid-19 di lingkungan LIPI. Dikatakan oleh Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, “Semua SDM LIPI yang tidak terkendala dengan kesehatannya harus siap divaksin sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kesehatan lingkungan dan upaya melindungi diri untuk negeri.”

Handoko juga mengimbau agar sivitas LIPI untuk senantiasa selalu berhati-hati, tetap menjaga kesehatan, daya tahan, dan stamina agar produktifitas inovasi dan kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan tetap berjalan, terutama kegiatan penelitian untuk penangan Covid-19. Selama setahun pandemi Covid-19 telah banyak inovasi dan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah yang dihasilkan LIPI.

Beberapa hasil inovasi LIPI terkait penanganan dan pencegahan penularan Covid-19 juga sudah dikerjasamakan dengan pihak industri agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Karena itu Handoko optimis dengan saling bahu membahu pendemi ini dapat segera diatasi. “Semua sivitas LIPI yang terdiri SDM peneliti dan SDM pendukung penelitian harus berupaya dan bekerja sama menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas mengapresiasi bantuan Kementerian Kesehatan dalam kegiatan vaksinasi tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan pemerintah via kemenkes dan jajaran sehingga 1940 pegawai lipi mendapatkan vaksin. Diharapkan produktivitas riset, layanan dan inovasi berjalan lebih baik stlh pegawai lipi divaksin, khususnya bagi mereka garda terdepan riset terkait covid19” ungkap Nur. Dirinya menekankan bahwa meskipun sudah divaksin, pegawai harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungan LIPI, Driszal Fryantoni, yang juga adalah Kepala Biro Umum LIPI menginformasikan, berdasarkan sebaran wilayah kerja SDM LIPI yang Terkonfirmasi Covid-19, kasus terbanyak terdapat di wilayah kerja Jakarta dengan jumlah kasus sebanyak 49 kasus.

Selama masa pandemi, Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 LIPI melakukan upaya maksimal. “Untuk mencegah penularan Covid-19, Tim melakukan pendataan, penyemperotan desinfektan, serta secara ketat mengimplementasikan protokol kesehatan serta pentingnya kerja sama dan dukungan dari keluarga dalam menghadapi pandemi COVID19,” pungkasnya.

Sivitas Terkait : Dr. Laksana Tri Handoko M.Sc.
Diakses : 336    Dibagikan :