Beri Jaminan Hasil Penelitian Pangan dan Kesehatan, LIPI Resmikan Laboratorium Biosafety Level-3

 
 
Kegiatan penelitian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menghasilkan prototype produk-produk pangan dan obat yang perlu dilakukan uji tantang terhadap mikroba dan virus. Selain itu, aktivitas riset yang mengakses tumbuhan dan hewan liar Indonesia juga berpotensi membawa bakteri dan virus pathogen. Untuk memberikan jaminan hasil penelitian pangan dan kesehatan terhadap produk yang dihasilkan, LIPI meresmikan fasilitas Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Cibinong, Jawa Barat pada Jum’at 14 Desember 2018.
 
Cibinong, 14 Desember 2018. Keberadaan Laboratorium BSL-3 yang dilengkapi dengan Cleaning Room serta Pilot Plant Good Manufacturing Practice (GMP) serta Good Laboratory Practice (GLP) akan mendukung pengembangan dan produksi pangan serta obat berbasis bioteknologi dan biologi sintetik di Indonesia.”Adanya laboratorium ini akan memberi jaminan konsistensi hasil penelitian dan pembuatan produk, memperkecil bahaya yang bisa ditimbulkan produk karena kontaminasi, dan akhirnya meningkatkan kepercayaan stakeholder,” jelas Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Handoko menjelaskan, fasilitas BSL-3 ini merupakan syarat dan penelitian pangan dan obat/kesehatan dalam memberikan jaminan mutu atas hasil penelitian obat dan pangan terhadap produk yang dihasilkan. “Termasuk juga menjamin aspek kehalalan, keamanan peneliti, dan lingkungan sekitarnya,” terang Handoko.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, fasilitas Laboratorium BSL-3 dan Clean Room akan memfasilitasi kegiatan penelitian tahap lanjut, pengujian, pembuatan prototype, dan kegiatan lain yang membutuhkan ruangan bebas-partikel bertekanan negatif, baik secara in vitro maupun in vivo yang didukung oleh fasilitas berstandar GLP dan GMP. “Jaminan kemanan peneliti dan kegiatan peneliti di Laboratorium BSL-3 milik LIPI sesuai dengan standar biosafety dan biosecurity,” jelas Enny.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas ini juga melengkapi fasilitas penyimpanan mikroorganisme Indonesia Culture Collection (InaCC) yang telah dimiliki LIPI belum dapat menampung virus dan bakteri pathogen.

Laboratorium BSL-3 dan Clean Room milik LIPI menempati gedung satu lantai seluas 754 meter persegi dengan empat laboratorium dan satu ruang utilitas. Fasilitas riset LIPI ini dilengkapi HVAC (High Ventilation Air Condition), peralatan riset yang terkini, dan telah mendapatkan sertifikat internasional Sistem Manajemen Biorisiko satu-satunya di Indonesia.

Pembangunan dimulai sejak Februari 2018 dan selesai November 2018 dengan skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari Kementrian Keuangan RI.  "Fasilitas ini harus bermanfaat dan dapat digunakan bersama baik intra LIPI maupun industri serta institusi lain sebagai bentuk layanan publik LIPI,” pungkas Enny.

penulis:rdn
editor: fza
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati