Delegasi OPCW Kunjungi Indonesia, LIPI Ingatkan Keamanan Penggunaan Bahan Kimia

 
 
Pada akhir Juli ini, Indonesia mendapatkan kunjungan dari Pimpinan Tertinggi beserta delegasi Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) atau organisasi internasional pelaksana dan pengawas Konvensi Senjata Kimia (KSK). Kunjungan ini tentu juga spesial bagi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebab, LIPI melalui Pusat Penelitian Kimia tentu sejalan dengan OPCW. LIPI berperan mendukung aktivitas Otoritas Nasional (Otnas) KSK Indonesia melalui pengembangan kapasitas laboratorium nasional terkait analisa bahan kimia berbahaya. Selain itu, LIPI juga aktif dalam mendiseminasikan pentingnya keselamatan dan keamanan kimia di Indonesia. Salah satunya adalah menyelenggarakan Chemical Security Webinar for Indonesia – “Chemical Management Regulations, Tools and Best Practices” pada Kamis, 27 Juli 2017.
 
Jakarta, 26 Juli 2017. Kegiatan Chemical Security Webinar for Indonesia diselenggarakan oleh LIPI bekerjasama dengan Himpunan Kimia Indonesia (HKI), Responsible Care Indonesia (RCI), Universitas Indonesia, United States Chemical Security Program (US SCP), dan US Civilian Research and Development Foundation (US CRDF) Global. Kegiatan ini menghadirkan pembicara H.E. Amb. Ahmet Uzumcu (Director General [DG]/Pimpinan Tertinggi OPCW) yang memaparkan topik Ethics in Sciences.
 
“Melalui kegiatan tersebut, LIPI berupaya mengingatkan kembali akan pentingnya keselamatan dan keamanan penggunaan bahan kimia di Indonesia,” ungkap Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono. Apalagi akhir-akhir ini isu penggunaan bahan kimia semakin merebak seperti beberapa waktu lalu pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia dengan menggunakan zat beracun dan juga isu kasus penggunaan senjata kimia dalam konflik di Suriah.
 
Lewat webinar ini, Agus berharap ada saling berbagi pengalaman dan diskusi lebih lanjut terkait penggunaan bahan kimia yang harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan, pihak LIPI melalui laboratoriumnya akan mendukung setiap aktivitas dalam mencegah penyalahgunaan bahan kimia berbahaya melalui Otnas KSK. LIPI sendiri saat ini merupakan anggota dari Otnas melalui ex officio Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI.
 
Sebagai informasi, Indonesia yang meratifikasi konvensi senjata kimia pada 1998 melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 1998, telah membentuk Otnas KSK RI melalui Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2017 dan Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2017. Selain itu, Indonesia telah pula memiliki Undang-Undang No. 9 Tahun 2008 terkait Penggunaan Bahan Kimia dan Pelarangan Bahan Kimia sebagai Senjata Kimia.
 
Sementara itu terkait OPCW, organisasi ini telah berdiri sejak 1997. Indonesia pun mendukung keberadaan OPCW dan telah berkomitmen dalam mengimplementasikan KSK untuk mencapai dunia yang bebas dari senjata kimia. Di sisi lain, OPCW telah pula mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian untuk upaya mereka dalam menentang, melarang dan usaha menghapus pemakaian senjata kimia di seluruh dunia. Selain itu, OPCW juga menekankan pentingnya implementasi keselamatan dan keamanan kimia serta penggunaan bahan kimia untuk tujuan damai dalam meningkatkan kualitas di bidang riset dan industri kimia.
 
Untuk kunjungan OPCW ke Indonesia, selain mengisi kegiatan webinar, para delegasi OPCW juga akan mengunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI pada Jumat, 28 Juli 2017. Kunjungan ini dalam rangka mengunjungi laboratorium dan audiensi dengan pimpinan dan peneliti LIPI. Dalam kunjungan tersebut, juga diselenggarakan kuliah tamu dengan tema The Role of Science in the Implementation of the Chemical Weapon Convention.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Agus Haryono (Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)


Sumber: Pusat Penelitian Kimia LIPI
Penulis: pwd
Editor: isr


Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Agus Haryono M.Sc.
Diakses : 225    Dibagikan :