Formasi Jabatan Peneliti untuk Kemandirian Riset Indonesia

 
 
Sebanyak 325 formasi dibuka untuk mengisi formasi Jabatan Fungsional Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Madya di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Para pelamar untuk posisi tersebut harus mengikuti tahapan Seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2021. Informasi lebih lengkap akan diulas oleh Peneliti yang bergabung melalui Diaspora LIPI  Abdi Wira Septama, Ahmad Ridwan Tresna Nugraha, serta Tim Teknis Seleksi CASN BRIN 2021 dalam Webinar Sosialisasi Seleksi CASN BRIN 2021 pada Kamis, 8 Juli 2021 pukul 09.00-12.00 WIB melalui Zoom dengan tautan https://zoom.us/j/915897003122 (pass: BRIN) dan Live YouTube pada tautan https://bit.ly/CalonASN_BRIN.
 
Jakarta, 8 Juli 2021. Sebanyak 325 formasi dibuka dengan rincian 104 formasi CPPPK untuk formasi Peneliti Ahli Madya dan 221 formasi CPNS untuk formasi Peneliti Ahli Muda. Pelamar CPPPK diharuskan memiliki persyaratan sudah menyelesaikan pendidikan S3 berusia 20-60 tahun, yang nantinya akan memiliki masa perjanjian kerja selama lima (5) tahun. Sementara untuk pelamar CPNS diharuskan memiliki persyaratan sudah menyelesaikan pendidikan S3 dengan usia 18 hingga 40 tahun.

Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Pusbindiklat LIPI) sekaligus tim teknis seleksi CASN BRIN 2021, Ratih Retno Wulandari menyampaikan bahwa sebagai syarat khusus untuk dapat bergabung dengan formasi jabatan fungsional peneliti, pelamar harus memenuhi Hasil Kerja Minimal (HKM). ”Untuk CPNS, HKM yang harus dipenuhi adalah pernah memperoleh dana penelitian, minimal berupa beasiswa S-3; Pernah menjadi pemakalah di pertemuan ilmiah yang dibuktikan dengan manuskrip, sertifikat/surat keterangan menjadi pemakalah; Mempunyai karya tulis ilmiah dalam bentuk artikel di prosiding ilmiah yang diterbitkan, berjumlah dua buah dan berperan sebagai kontributor utama; Memiliki artikel ilmiah yang diterbitkan pada jurnal ilmiah minimal terakreditasi nasional, atau buku ilmiah diterbitkan penerbit nasional, atau naskah akademis Rancangan Perdirjen atau Rancangan Perda, atau kekayaan intelektual bersertifikat terdaftar, berjumlah tiga buah dan berperan sebagai kontributor utama,” ujar Ratih.

CASN BRIN 2021 juga membuka formasi khusus untuk putra/putri lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude, putra/putri Papua dan Papua Barat, penyandang disabilitas, dan Diaspora. Formasi Diaspora dibuka karena pemberdayaan diaspora Indonesia, terutama diaspora peneliti untuk bekerja bagi Tanah Air masih belum maksimal. Sejak 2014, LIPI aktif mencari dan merekrut diaspora untuk bergabung dan sejak 2018 jalur diaspora telah dibuka sebagai salah satu mekanisme penerimaan CPNS di LIPI.

Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito mengatakan, saat ini Indonesia membutuhkan lebih banyak periset yang sudah mampu melakukan riset secara mandiri. Oleh karena itu, Seleksi CASN BRIN 2021 dibuka untuk jenjang pendidikan doktoral atau S3 untuk menempati formasi Jabatan Fungsional Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Madya. ”Hal ini dilakukan agar CPNS peneliti yang masuk sudah berpengalaman sehingga langsung siap untuk membangun empowerment research agar ada inovasi baru untuk Indonesia,” ujarnya. ”Ini merupakan realisasi program pemerintah untuk Manajemen Talenta Nasional, khususnya bidang Riset dan Inovasi yang menjadi tanggung jawab BRIN,. Sekaligus juga menyediakan platform bagi para generasi muda talenta Indonesia yang memiliki passion riset untuk kembali ke tanah air, dan membangun Indonesia melalui riset dan iptek” tambahnya.

Peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI, Abdi Wira Septama, bergabung sebagai ASN Peneliti melalui jalur diaspora. Dirinya termotivasi untuk pulang dan bekerja di Indonesia dengan tujuan memajukan riset di Indonesia. ”Terlebih lagi, sekarang ekosistem dan pendanaan riset di Indonesia semakin baik. Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya alam yang berpotensi untuk dijadikan sumber obat yang seharusnya diolah dan dikembangkan oleh anak bangsa, ini yang memacu semangat untuk memajukan riset di indonesia di bidang drug discovery dari bahan alam,” ujar Abdi yang akan menjadi salah satu narasumber dalam webinar.


Sivitas Terkait : Ratih Retno Wulandari S.Sos, M.Si.
Diakses : 997    Dibagikan :