Indonesia dalam Pusaran Global: Menghadapi Tantangan Game of Thrones

 
 
Analogi kisah “Game of Thrones untuk menggambarkan situasi global telah menarik perhatian publik sejak disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan global International Monetary Fund dan Bank Dunia di Bali pada bulan lalu. Hal yang menjadi poin penting dari pidato tersebut adalah bagaimana situasi ekonomi, sosial dan politik global tengah bersiap menghadapi potensi krisis akibat perang dagang dan inovasi industri. Menyikapi tantangan Indonesia pada pusaran global, Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan seminar “Indonesia dalam Pusaran Global: Menghadapi Tantangan Game Of Thrones, yang akan diadakan pada Jum’at, 14 Desember 2018 di Jakarta.
 
Jakarta, 14 Desember 2018. Indonesia perlu secara kritis menyikapi konteks perubahan global yang ada terutama semenjak batas geografis dan simbolik negara semakin cair dengan pergerakan arus keluar masuk barang, kapital manusia dan gagasan. “Pergerakan-pergerakan semacam ini dalam beberapa sisi membuka kesempatan bagi interaksi global demi mendukung upaya peningkatan kualitas bangsa. Sehingga, masalah posisi Indonesia dalam pusaran global menjadi tema penting untuk menyuarakan pemikiran mengenai beberapa hal yaitu peran Indonesia di level global dan sebaliknya, peran global terhadap Indonesia,” ujar Deputi Bidang Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti.
 
Seminar ini akan menghadirkan pembicara kunci Head of the Department of Economics, Center for Strategic and International Studies, Yose Rizal Damuri. Juga tiga pembicara untuk mewakili tiga perspektif yang berbeda yakni peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, Nanto Sriyanto dari perspektif politik international, peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Panky Tri Febriansyah yang akan membahas dari perspektif politik internasional, dan peneliti Pusat Penelitian Sumber Daya Regional LIPI, Ahmad Helmy Fuady dari perspektif studi kawasan dan globalisasi.
 
Menurut Nuke, penggunaan pesan populer. seperti metafora Game of Thrones memiliki arti penting dalam rangka pembumian persoalan hubungan internasional bagi khalayak ramai. “Hal ini menunjukkan pentingnya tokoh side-kick dalam narasi yang pluralistik di luar protagonis dan antagonis.

Sementara dari perspektif ekonomi,  Nuke menjelaskan pencapaian stabilitas ekonomi menjadi tantangan tersendiri karena Indonesia saat ini terkait secara intensif dengan perekonomian global. “Temuan dari beberapa kajian menunjukkan bahwa perdagangan dan investasi mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, disisi lain, ketidakpastian pasar akan selalu ada, baik dari pengaruh domestik, global ataupun waktu.”

 
Sementara dari sisi studi kawasan dan globalisasi, seminar ini akan melihat pemetaan percaturan global dari segi perubahan perkembangan kawasan, dengan hadirnya kekuatan kawasan Asia Timur khususnya Cina di dalam pusaran ekonomi dunia  yang mengancam hegemoni Amerika. “Dinamika perdagangan ekonomi dan politik antar dua kekuatan yang sedang berkompetisi itu tentu memberikan pengaruh terhadap kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ungkap Nuke. Dirinya menjelaskan pentingnya studi kawasan akan memberikan pertimbangan tentang peran dan kedudukan Indonesia di dalam konteks global saat ini. “Juga memberikan pertimbangan strategis dalam membangun kesadaran kolektif pada tataran regional,” tutupnya.      

penulis:rdn
editor: fza
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Tri Nuke Pudjiastuti M.A.
Diakses : 108    Dibagikan :