Indonesia Science Expo 2017 Tampilkan Ratusan Karya Riset Anak Negeri

 
 
Kurang dari satu bulan lagi, pameran sains terbesar di Indonesia bakal digelar. Pameran sains tersebut bertajuk Indonesia Science Expo (ISE) 2017.Penyelenggaraan ISE 2017 kali ini terbilang istimewa karena bersamaan dengan 50 tahun kiprah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam kontribusinya pada perkembangan iptek dan arah ilmu pengetahuan di negeri ini. ISE tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua, setelah penyelenggaraan pertama berlangsung pada 2015 silam. Pameran sains itu akan diisi ratusan karya riset anak negeri dan beragam kegiatan menarik lainnya. Untuk mengupas lebih dalam tentang pameran sains tersebut, LIPI menggelar kegiatan Media Gathering “ISE 2017 dan 50 Tahun Kiprah LIPI” pada Senin, 9 Oktober 2017.
 
Jakarta, 09 Oktober 2017.Penyelenggaraan ISE kali ini sebagai upaya meningkatkan apresiasi pemerintah akan arti penting dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) untuk landasan kebijakan. Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengemukakan, penyelenggaraan ISE diarahkan agar meningkatkan peran pemerintah dan swasta dalam memberikan dukungan sumber daya (utamanya pembiayaan) secara konsisten bagi pengembangan iptek. “Pada intinya, kami ingin meningkatkan apresiasi pemangku kepentingan, terutama pihak swasta akan arti penting dan pemanfaatan Iptek bagi pengembangan dunia usaha,” ungkapnya.
 
Bambang menjelaskan, pergelaran ISE merupakan bagian dari peringatan 50 tahun kiprah LIPI (1967-2017). Ada tiga tujuan utama yang hendak dicapai dalam peringatan 50 tahun kiprah LIPI dan salah satunya lewat penyelenggaraan ISE. Pertama, adalah pertanggungjawaban kepada publik tentang  peran dan capaian LIPI dalam membangun bangsa dan negara. Kedua, momentum untuk melakukan evaluasi atas kekuatan dan kelemahan LIPI dalam menjalankan fungsinya dalam pengembangan Iptek dan pemanfaatannya oleh pemangku kepentingan dan masyarakat secara umum. “Dan ketiga, merumuskan usulan pemikiran/konsep LIPI ke depan untuk "membumikan" pengembangan ilmu pengetahuan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat,” katanya.
 
Ketua ISE 2017, Laksana Tri Handoko yang juga Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI menyambung, konsep utama ISE terdiri dari tiga hal, yakni Science for Science, Science for Scientific Community, dan Science for Stakeholders. Science for Science adalah kontribusi LIPI dalam perkembangan ilmu pengetahuan melalui perbaruan teori/metode, hasil-hasil temuan baru, dan karya tulis ilmiah yang bereputasi. Kemudian, Science for Sientific Community yang merupakan kontribusi LIPI dalam mencerdaskan bangsa lewat kebermanfaatan dari hasil-hasil risetnya. Dan terakhir, Science for Stakeholder yakni kontribusi LIPI bagi kebijakan negara dan masyarakat melalui pemberian nilai tambah, arah kebijakan, dan perubahan pola kerja bagi kehidupan berbangsa lewat hasil-hasil risetnya.
 
Kemudian secara penyelenggaraan, Handoko menyebutkan bahwa tujuan diselenggarakannya ISE adalah untuk mengomunikasikan atau memasyarakatkan apa yang telah dilakukan peneliti Indonesia dalam bidang riset dan manfaatnya bagi masyarakat luas. “Kami ingin pula agar hasil riset benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat, baik jangka pendek hingga jangka panjang,” tuturnya.
 
Sebagai informasi, ISE akan menampilkan hasil-hasil riset peneliti, baik kementerian dan lembaga negara, perguruan tinggi dan tentunya juga LIPI, serta industri. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 23-26 Oktober 2017 di Balai Kartini Jakarta. Selain pameran sains, ISE akan diisi beragam kegiatan antara lain Science Movie, Science Art, Science Show, Games, workshop,talkshow, Youth Science Fair 2017, Science Based Industrial Innovation Award 2017, Pekan Inovasi Teknologi 2017, pameran industri, pameran perguruan tinggi serta lembaga penelitian dan pengembangan, serta konferensi ilmiah (lebih kurang 18 konferensi).
 
Sementara khusus untuk Youth Science Fair, kegiatan ini merupakan pertama kali di Indonesia dimana melibatkan para pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) LIPI 2017, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI 2017, Loreal Girl’s in Science, dan Kalbe Junior Scientist Award. Sedangkan lebih mengerucut pada LKIR, kegiatan ini telah menjaring proposal sejumlah 3.706 pada tahun ini. Dari jumlah tersebut ditetapkan 52 finalis (pemenang) yang akan dibimbing oleh peneliti LIPI selama 3-4 bulan.
 
Dalam penyelenggaraan ISE sendiri, LIPI merupakan penggagas kegiatan tersebut. Untuk menyukseskan ISE agar lebih diterima masyarakat, LIPI menggandeng promotor iD.M (Ideas Reinvented), yang tergabung dalam Media Group (Media Indonesia, Metro TV, dan Metrotvnews.com). Perhelatan ISE diharapkan mampu mempertemukan kalangan peneliti, akademisi, pebisnis, serta pemerintah untuk bersinergi dalam memperkenalkan, membangun kerja sama dan menciptakan produk-produk inovasi di berbagai bidang.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- L.T. Handoko (Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI)
- Nur Tri Aries Suestiningtyas (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)


Sumber: BKHH
Penulis: pwd
Editor: isr

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.
Diakses : 199    Dibagikan :