Indonesia Tuan Rumah Sidang UNESCO

 
 
Indonesia mendapat kehormatan menggelar salah satu agenda sidang United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya. Man and the Biosphere Programme International Co-ordinating Council (MAB-ICC) UNESCO, yang terdiri dari 34 negara terpilih dalam sidang umum UNESCO di Paris, Prancis, akan mengadakan pertemuan pada 23-28 Juli 2018 di Palembang, Sumatera Selatan. Pertemuan ini akan memutuskan masuknya cagar biosfer baru ke dalam jaringan Cagar Biosfer dunia dan mencatat rekomendasi mengenai laporan pemantauan berkala tentang Cagar Biosfer.
 
Jakarta, 22 Februari 2018. Fokus utama dalam pertemuan MAB-ICC ke-30 ini adalah membahas pengembangan sistem pengelolaan Cagar Biosfer yang efektif dan efisien dalam kerangka program MAB untuk mencapai terwujudnya pembangunan berkelanjutan. “Pertemuan ini penting bagi Indonesia mengingat akan dihadiri orang-orang dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu dari seluruh penjuru dunia. Sejauh ini hanya ada tiga pertemuan yang dilaksanakan di luar Paris, yakni di Korea Selatan, Swedia, dan Peru,” jelas Director of UNESCO Jakarta Office, Shahbaz Khan. Diperkirakan pertemuan di Palembang nantinya akan dihadiri perwakilan dari 34 negara anggota MAB-ICC, 120 negara anggota MAB UNESCO,para ahli dari bidang ilmu terkait, serta anggota berbagai organisasi internasional.
 
Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerjasama program MAB  UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan berdasarkan upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan. Sampai saat ini, ada 669 Cagar Biosfer di 120 negara, dengan 11 berada di Indonesia. “Kekayaan alam dan kultural Indonesia akan menjadi pertemuan ide-ide menarik dalam pengembangan Cagar Biosfer di berbagai aspek, seperti Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit batu di Riau yang menjadi contoh kontribusi sektor  industri, pemerintah, dan masyarakat lokal.”
 
Mengusung tema Science for a Sustainable Futire Biodiversity, Geology, and Ecosystems, target dari pertemuan ini adalah Rekomendasi Palembang yang akan menjadi patokan dalam pengelolaan dan pengembangan Cagar Biosfer yang lebih efektif dalam melibatkan para pihak seperti pemerintah, pengelola kawasan konservasi, ilmuwan, swasta, dan masyarakat umum. “Selain itu juga untuk menjadikan Indonesia sebagai Presiden MAB-ICC UNESCO untuk periode 2018-2020,” terang Ketua Komite Nasional Program MAB Indonesia, Enny Sudarmonowati yang juga adalah Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
 
Menurut Enny, pertemuan di Palembang nantinya akan memberikan pengakuan dan peran Indonesia dalam mengembangkan Cagar Biosfer sebagai wahana penerapan pembangunan berkelanjutan. “Selain itu juga menjadi ajang promosi keunggulan Indonesia dalam pengembangan Cagar Biosfer untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan kelestarian sumber daya hayati dan ekosistemnya,” sambungnya.
 
Program MAB di Indonesia sendiri  dimulai sejak tahun  1972 setelah terbentuknya program MAB Internasional di tahun 1968.Secara struktural , MAB Indonesia  bernaung dibawah Kedeputiaan Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI dan didukung oleh program MAB Internasional UNESCO melalui kantor UNESCO Jakarta dan bekerjasama dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pertemuan MAB-ICC UNESCO di Palembang terdiri dari beberapa agenda kegiatan. Selain pertemuan untuk memilih Presiden MAB-ICC periode 2018-2020, pelaksanaan program jaringan Cagar Biosfer se-dunia, dan penetapan usulanCagar Biosfer baru, juga akan diselenggarakan konferensi internasional dengan tema Blue Initiatives in Managing Sustainable Resources for Better Sustainable Future.
 
“Selain itu juga akan diadakan forum tematik dengan berbagai tema serta pameran produk dan program korporasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungannya secara berkelanjutan,” jelas Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesia, Y. Purwanto. Para peserta juga nantinya akan mengunjungi Taman Nasional Berbak Sembilang yang saat ini tengah dinominasikan menjadi Cagar Biosfer , mengikuti  Cagar Biosfer Belambangan di Jawa Timur yang ditetapkan pada pertemuan MAB-ICC di Lima, Peru pada tahun 2016 lalu.
 
Sumber: Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas
Penulis: fza
Editor: dig
 
Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof. Dr. Enny Sudarmonowati
Diakses : 551    Dibagikan :