Jaga Kepunahan Ikan, LIPI Ajak Masyarakat Peduli terhadap Keanekaragaman Ikan

 
 
Sumber daya ikan di wilayah Indonesia sangat beragam, yakni mencapai sekitar 4.720 jenis spesies. Dari seluruh jumlah spesies tersebut, ada sekitar 1.248 spesies merupakan ikan air tawar dan sisanya sekitar 3.472 spesies adalah ikan laut. Namun, pemanfaatan kekayaan sumber daya ikan tersebut belum optimal. Kerusakan ekosistem perairan semakin bertambah parah dan menyebabkan penurunan populasi. Dari kondisi ini, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merasa prihatin. Lembaga penelitian ini melalui Pusat Penelitian Biologi dan Pusat Penelitian Limnologi bekerja sama dengan Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII), Kementerian Kelautan dan Perikanan, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan “Seminar Nasional Ikan ke-10 dan Kongres Masyarakat Iktiologi Indonesia ke-5”, pada Selasa 8 Mei 2018, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
 
Kabupaten Bogor, 8 Mei 2018. Kegiatan penangkapan dan budi daya ikan di Indonesia memang masih diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat dan devisa negara. “Kendati demikian, kegiatan tersebut perlu juga memperhatikan konservasi keragaman jenis ikan. Sebab, beberapa jenis ikan diperkirakan sudah atau hampir punah,” jelas Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati.
 
Enny mengatakan, minimnya pengembangan lebih lanjut, seperti bioprospecting, menyebabkan potensi-potensi sumber daya ikan (SDI) yang ada belum terungkap dan termanfaatkan secara optimal. “Pada sisi lain, kurangnya komunikasi di antara para ilmuwan dan praktisi pengguna mengakibatkan apa yang sudah ditemukan atau diteliti belum termanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
 
Tidak hanya itu saja, Enny melihat pula bahwa masih relatif rendahnya pengetahuan masyarakat tentang konservasi dalam pemanfaatan SDI, turut mempercepat penurunan populasi jenis-jenis ikan tertentu. “Pemanfaatan SDI secara lestari dapat memberikan dasar dalam kegiatan penangkapan, domestikasi, budidaya, dan pengolahan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tuturnya.
 
Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI, Witjaksono, menambahkan bahwa salah satu solusi menghadapi kendala tersebut adalah adanya sarana komunikasi diantara para peneliti dan praktisi. “Komunikasi dalam bentuk diskusi, saling memberi informasi, koreksi atau saran dan  koordinasi dalam kegiatan penelitian dan pengelolaan keanekaragaman hayati SDI. Untuk mewadahi hal tersebut, perlu adanya seminar yang diselenggarakan secara reguler,” jelas Witjak.
 
Menurutnya, penyelenggaraan seminar kali ini dapat menjadi salah satu bagian solusi itu. Dalam seminar ini, kajian-kajian di bidang penelitian dasar dan terapan untuk menghimpun data dasar di bidang sistematika, biologi, ekologi dan genetika ikan yang merupakan dasar konservasi dan pemanfaatannya, dapat dilaksanakan secara terencana, sistematik dan terintegrasi. “Di sisi lain, pemanfaatan sumber daya ekonomi ikan di Indonesia, semestinya tidak hanya terletak pada penilaian pasar produk perikanan, namun juga dari terpeliharanya sumber daya genetik, jenis, dan ekosistemnya,” imbuhnya.
 
Seminar ikan ini sendiri dihadiri oleh para pakar atau peneliti, praktisi dan pemerhati ikan yang berasal dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan pelaku pasar dari SDI. Diharapkan dengan penyelenggaraan seminar ikan tersebut, dapat meningkatkan pemanfaatan potensi ikan lokal Indonesia dalam pengembangan dan pemanfaatan yang berkelanjutan dan upaya pelestariannya.
 
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Witjaksono, M.Sc.  (Kepala Pusat Penelitian Biologi  LIPI)
  • Shima Tri Aksa (Staf Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Pusat Penelitian Biologi
Penulis: dnh
Edit: pwd,dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari Pusat Penelitian Biologi LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Ir. Witjaksono M.Sc.