Kebun Raya Bogor Gelar Festival Peduli Sampah

 
 
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari lalu, Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI atau yang dikenal dengan Kebun Raya Bogor bertekad kembali mengambil peran untuk program nasional Indonesia Bebas Sampah 2020 dengan Tagline PESAN 2017. Salah satu langkahnya adalah Kebun Raya Bogor menggelar Festival Peduli Sampah. Festival yang telah dua kali diselenggarakan ini mengundang beberapa komunitas penggerak kepedulian masalah sampah untuk berbagi pengetahuan dan keterampilannya dalam mengolah dan mendaur ulang sampah menjadi hasil karya yang bermanfaat. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 25-26 Februari 2017 di Kebun Raya Bogor, sekaligus sebagai rangkaian agenda HUT ke-200 Kebun Raya Bogor dan HUT ke-50 LIPI.
 
Kota Bogor, 24 Februari 2017. Permasalahan sampah di Indonesia semakin kompleks. Hasil penelitian Jambeck Jena R yang berjudul Plastic Waste Inputs from Land into The Ocean pada 2015 mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, yakni sebanyak 187,2 juta ton/tahun yang tersebar di lautan.
 
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Enny Sudarmonowati menegaskan, LIPI harus berperan dalam pengentasan sampah yang merupakan masalah nasional dan dunia tersebut. “Kebun Raya Bogor sebagai kawasan ekoturisme yang menjadi magnet wisata domestik dan mancanegara di Kota Bogor menghadapi masalah sampah anorganik dari pengunjung,” ujar Enny.  Banyak pengunjung masih meninggalkan sampah berserakan tidak pada tempatnya, membuat Kebun Raya tidak nyaman dipandang mata, imbuhnya.
 
Setiap tahun, rata-rata 10 ton sampah plastik dan kaleng terkumpul di lingkungan Kebun Raya Bogor, sementara pihak Kebun Raya Bogor belum memiliki fasilitas pendaur ulang sampah plastik maupun sampah anorganik lainnya. “Maka dari itu, hal terkecil yang dapat dilakukan adalah timbulnya kesadaran sikap dan perilaku pengunjung Kebun Raya untuk menjaga kebersihan kawasan dari sampah,” tutur Enny.
 
Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko menambahkan bahwa pihaknya berharap Kota Bogor juga semakin terdorong memiliki program istimewa untuk mengatasi masalah sampah perkotaan, seperti yang telah dilakukan oleh kota-kota lainnya.  Bandung memiliki Gerakan Pungut Sampah (GPS), Depok Zero Waste dengan Partai Ember (ekonomis, mudah dan bersih), dan lain-lain. “Kita tentu sangat berharap sampah anorganik dapat ditekan dan dimanfaatkan, serta yang tidak kalah penting akan semakin menyulut perkembangan Bank Sampah dan komunitas-komunitas peduli sampah dengan program reduce, reuse, recycle (3R)-nya di Kota Bogor,” sambungnya.
 
Festival Peduli Sampah sendiri mengundang beberapa komunitas penggerak kepedulian masalah sampah dan dikemas dalam bentuk yang menarik dan menyenangkan melalui workshop ArtAction dan pelatihan seni kreatif dengan konsep 3R, dongeng tentang sampah, aksi pungut dan pilah sampah, penukaran sampah, dan pameran produk cinta bumi, yang tentu saja  dimeriahkan dengan musik alam. Hal ini sejalan dengan tema besar HPSN 2017 yaitu Melaksanakan Pengelolaan Sampah Terintegrasi dari Gunung, Sungai, Kota, Pantai Hingga Laut untuk Mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020.
 
Ketua HUT ke-200 Kebun Raya Bogor yang juga merupakan peneliti PKT Kebun Raya LIPI, Joko Ridho Witono menambahkan bahwa PESAN 2017 Festival Peduli Sampah ini dititikberatkan pada empat aspek, yaitu edukasi, kampanye, kerja bakti, dan kompetisi dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mengurangi konsumsi plastik dan mendaur ulang sampah. “Sampah anorganik kering sesungguhnya bisa menjadi sumber berkah yang membantu perekonomian keluarga bahkan menyumbang devisa untuk negara,” pungkasnya.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Didik Widyatmoko (Kepala PKT Kebun Raya LIPI)
- Joko Ridho Witono (Peneliti PKT Kebun Raya LIPI)


 
Sumber : Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.
Diakses : 198    Dibagikan :