Kebun Raya dan Integrasi Pengelolaan SDA Solusi Atasi Permasalahan Air

 
 
Indonesia memiliki jumlah limpahan air yang terbilang besar,namun sayangnya belum tentu menjamin jumlah ketersedian air bersih. Sejumlah wilayah di Indonesia pun masih terancam kelangkaan air bersih, terutama wilayah dimana masyarakatnya memiliki akses terbatas terhadap air, seperti pulau-pulau kecil, daerah perbatasan dan juga daerah terpencil. Untuk mengatasi permasalahan air ini, pembangunan kebun raya bisa menjadi salah satu solusinya, yang juga dibarengi dengan konsep pengelolaan sumber daya air (SDA) yang terintegrasi dengan baik dari hulu hingga hilir dengan menggunakan inovasi teknologi.
 
Jakarta, 9 Mei 2017.Kebun raya memiliki peran penting untuk mengatasi permasalahan air di negeri ini. Sebab, kebun raya selama ini menjadi buffer zone (kawasan penyangga) untuk penyimpanan air tanah dan menjaga keberadaan air tanah/bersih tetap ada. “Water scarcity (kelangkaan air) menyebabkan akses masyarakat terhadap air bersih sangat kecil. Pembangunan kebun raya maupun miniatur-miniatur kebun raya di berbagai daerah yang rawan kelangkaan air akan membantu timbulnya konservasi air secara alami dan mendorong masyarakat memperoleh air dengan kualitas baik dan kuantitas besar,” kata Iskandar Zulkarnain, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
 
Selain kebun raya, kata Iskandar, solusi mengatasi kelangkaan air juga harus dibarengi dengan pengelolaan SDA yang terintegrasi. LIPI dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil mengaplikasikan suatu konsep ketahanan air pada suatu wilayah atau pulau kecil yang minim akses terhadap ketersediaan air bersih dengan berbagai inovasi teknologi LIPI. Konsep ini disebut dengan One Island, One Plan, One Water.
 
Secara singkat, konsep One Island, One Plan, One Watermenawarkan suatu pengelolaan air pada suatu wilayah atau pulau dengan sistem terintegrasi dari hulu (sumber air) hingga ke hilir (pemanfaatan air). Dalam hal ini pengelolaan air pada suatu wilayah atau pulau harus terintegrasi dalam sebuah sistem. Dimana sistem terintegrasi pengelolaan sumber daya air suatu daerah akan menjadi pondasi pembangunan perekonomian daerah. “Ketahanan air suatu daerah merupakan pondasi dari ketahanan pangan dan energi suatu wilayah yang berujung pada kesejahteraan perekonomian masyarakat di daerah tersebut,” tutur Iskandar.
 
Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko mengimbuhkan, konsep terintegrasi LIPI dalam pengelolaan air lewat One Island, One Plan, One Water bersama dengan fungsi konservasi kebun raya diharapkan bisa diaplikasikan di berbagai wilayah rawan kelangkaan air di Indonesia. Dengan penerapan hal tersebut, maka konsep tata ruang dan tata wilayah akan mengedepankan pembangunan berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan berbagai teknologi, seperti pengelolaan SDA, teknologi pengolahan air, teknologi konservasi air, teknologi monitoring kualitas dan kuantitas air, teknologi distribusi air, testing kualitas air, dan teknologi recycle air limbah.
 
Dan untuk membahas lebih lanjut beragam solusi untuk permasalahan air di Indonesia ini, LIPI pun menggelar Seminar Kebun Raya dan Pengelolaan SDA bertema Peran Penting Kebun Raya dalam Konservasi Alam untuk Kelestarian Lingkungan dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat. Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber dari bermacam-macam bidang kepakaran pengelolaan SDA. Selain itu, hadir pula sebagai narasumber adalah sejumlah Anggota Komisi VII DPR RI. Seminar kali ini juga akan dihadiri oleh Walikota Bogor, Arya Bima Sugiarto dan dibuka langsung oleh Kepala LIPI.

Keterangan Lebih Lanjut:
-Didik Widyatmoko (Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI)
- Nur Tri Aries Suestiningtyas (Kepala Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas - Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Penulis: pwd
Editor: isr

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.
Diakses : 458    Dibagikan :