LIPI Bahas Penyelematan Ingatan Kolektif Dunia dalam Talkshow MOW

 
 
Saat ini, generasi muda banyak yang terlena dengan kebudayaan yang berasal dari luar Indonesia. Sudah saatnya, para pemuda untuk bangkit dan mulai mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya Indonesia yang adiluhung. Langkahnya dengan melakukan penyelamatan ingatan kolektif dunia dari Indonesia dengan menanamkan nilai-nilainya kepada para generasi muda. Untuk mengupas lebih jauh terkait hal tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Talkshow dan Diskusi Publik Memory of The World (MOW) pada 24 Oktober 2017 di Balai Kartini Jakarta.
 
Jakarta, 24 Oktober 2017. Kegiatan talkshow MOW ini dimaksudkan sebagai wadah untuk pengamanan dan perlindungan warisan budaya yang ada di Indonesia, serta memperkenalkannya kepada dunia. “Hal ini mengingat bahwa nilai sejarah yang tidak ternilai oleh uang sangat diperlukan untuk perkembangan pengetahuan generasi mendatang di Indonesia maupun dunia. Dengan demikian harkat dan martabat bangsa akan terangkat,” kata Mego Pinandito, Ketua Komite Nasional MOW Indonesia yang juga Pelaksana Tugas Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI.
 
Mego jelaskan, talkshow kali ini mengupas beberapa aspek penting, seperti menyelamatkan ingatan kolektif dunia untuk memperkuat karakter generasi muda. Lalu, mengimplementasikan nilai-nilai yang ada dalam warisan budaya tulis melalui dunia pendidikan. “Ada pula bagaimana menumbuhkan nasionalisme di kalangan generasi muda, serta penggunaan dongeng sebagai media nilai-nilai budaya yang dapat digunakan untuk  membangun karakter bangsa,” paparnya.
 
Untuk diketahui, talkshow sendiri akan menghadirkan beberapa pembicara penting, antara lain Arief Rahman Hakim (Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO/KNIU), Rieke Diah Pitaloka (Komisi VI DPR RI), dan C. Musiana Yudhaswati (Komunitas Jelajah). Sasaran dari kegiatan ini adalah generasi muda seperti mahasiswa dan pelajar, kepala sekolah, guru PKN, guru sejarah, dan masyarakat yang tertarik pada kegiatan sejarah dan pengarsipan koleksi warisan dunia.
 
Selain itu, Mego pun menjadi salah satu narasumber kegiatan talkshow tersebut. Dirinya akan menyampaikan MOW sebagai Ingatan Kolektif Dunia yang berperan penting dalam sejarah umat manusia sebagai pengingat agar mereka sadar akan keberadaannya dengan segala peristiwa yang dialaminya. Hal ini berkaitan dengan aktualisasi nilai-nilai kebangsaan melalui warisan budaya dengan tujuan untuk penguatan karakter generasi muda.
 
Sebagai informasi pula, Indonesia memiliki beberapa warisan budaya yang mendapat pengakuan dunia melalui program UNESCO MOW, yaitu Arsip VOC, Nagarakretagama, I La Galigo, Babad Diponegoro, dan Arsip Konferensi Asia Afrika. Sementara pada 2016, Indonesia menominasikan MOW, antara lain Dokumentasi Konservasi Candi Borobudur, Arsip Gerakan Non Blok, Dokumentasi Peristiwa Tsunami Laut Hindia, dan Naskah Cerita Panji.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Mego Pinandito (Ketua Komite Nasional MOW Indonesia/Plt. Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas - Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)

Sumber: Kedeputian Bidang Jasa Ilmiah
Penulis: pwd
Editor: isr

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Mego Pinandito M.Eng.
Diakses : 498    Dibagikan :