LIPI dan JSPS Bantu Identifikasi Permasalahan Pembangunan Berkelanjutan

 
 
Kemiskinan, keterbatasan akses pangan, serta kerusakan lingkungan menjadi faktor yang menghambat keberlanjutan pembangunan suatu negara. Untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan diperlukan upaya dan kerja keras untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing. Oleh karena itu, diperlukan peranan sains untuk membantu pemerintah mengidentifikasi masalah yang menghambat pembangunan dan membantu mencarikan solusi dengan pendekatan iptek. Untuk lebih menggali permasalahan lebih lanjut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Japan Society for the Promotion of Science (JSPS) Alumni Association of Indonesia (JAAI) akan menyelenggarakan “The 2nd International Symposium of JSPS Alumni Association of Indonesia” pada Rabu, 26 September 2018 di Bogor. 

Bogor, 26 September 2018.  Pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan memproyeksikan kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang. “Agar pembangunan berkelanjutan bisa tercapai, kita harus mampu menyelaraskan tiga elemen inti yakni pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan,” jelas Wakil Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Bambang Subiyanto.

Bambang menjelaskan, unsur-unsur seperti ekonomi, sosial dan lingkungan adalah unsur yang saling berhubungan dan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat. “LIPI melalui JAAI berupaya bekerjasama untuk mengkaji tiga unsur penting tersebut dengan harapan dapat meningkatkan daya saing kita,” ujarnya.

Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI sekaligus Ketua JAAI, Subyakto menjelaskan, tingginya jumlah penduduk miskin, meningkatnya jumlah masyarakat yang berpendidikan rendah, memburuknya kondisi lingkungan, konversi lahan pertanian, berkurangnya kekayaan keanekaragaman hayati, infrastruktur yang tidak memadai, krisis air dan kris energi adalah masalah yang dihadapi oleh negara berkembang. “Sebagai negara berkembang, Indonesia dihadapkan dengan masalah multidimensi, terutama masalah makanan, air, energi, manusia dan keamanan lingkungan. LIPI dan JAAI berupaya mengidentifikasi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Subyakto menjelaskan, terkait permasalahan perubahan iklim, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan diperkirakan akan mengalami dampak yang lebih besar. “Melalui simposium ini kami berupaya merumuskan dan menemukan solusi atas permasalahan yang juga terkait lingkungan,” ungkapnya. Menurut Subyakto, simposium ini adalah upaya meningkatkan peran sains dan iptek melalui promosi yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, simposium ini mengundang peneliti ahli, pengusaha berpengalaman, dan akademisi yang merupakan alumni JSPS untuk berkolaborasi melalui temuan iptek dan sains saat ini untuk mengatasi permasalahan multidimensional tersebut. Hadir sebagai narasumber, Ibrahim Tantawy (President of JSPSAA Egypt) “An Efficient Approach to Neocryptolepine Scaffolds as a Novel Antimalaria Agents”, Hitoshi Shirakawa (Laboratory of Nutrition, Graduate School of Agricultural Science, Tohoku University) "Research Collaboration of Femrenied Rice Bran for Health Promotion in Japan and lndonesia", Heny Suseno (BATAN)“ Nuclear Energy and Education from Fukushima Accident to lndonesia", dan Junji Sugiyama (Research lnstitute for Sustainable Humanosphere, Kyoto University): " Trends in Wood Machine Vision: lmpact in Wood Anatomy. 

Keterangan Lebih Lanjut:
  • Prof. Dr. Ir. Subyakto,M.Sc. (Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI/Ketua JAAI)
  • Fakhri Zakaria (Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)



 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Prof.Dr.Ir. Bambang Subiyanto M.Agr.