LIPI dan Kabupaten Jembrana Resmikan Kebun Raya Jagatnatha

 
 
Setelah diinisiasi pembangunannya pada tahun 2014, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana meremsikan Kebun Raya Jagatnatha pada Kamis (5/12). “Kebun Raya Jagatnatha menjadi kebun raya daerah ke-14 yang telah diresmikan atau yang ke-3 di tahun 2019 setelah Kebun Raya Indrokilo Boyolali pada 3 Mei 2019 dan Kebun Raya Kendari pada 23 Oktober 2019,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko. Dirinya mengucapkan, selamat bergabung dengan komunitas perkebunrayaan Indonesia. “Mari berjuang bersama untuk menyelamatkan tumbuhan di Indonesia,” jelasnya.
 
Jembrana, 5 Desember 2019. Kebun Raya Jagatnatha berada di tepi jalan poros Denpasar-Gilimanuk,  tepatnya di area perkantoran Pemerintah Kabupaten Jembrana di Dauhwaru, Negara. Dengan area seluas 5,8 Ha, Kebun Raya Jagatnatha memiliki tema “Konservasi Tumbuhan Usada dan Upakara Adat Bali”.

Tema ini  menjadikan Kebun Raya Jagatnatha sebagai kebun raya pertama di Indonesia yang koleksi tumbuhannya ditata berdasarkan pola tematik. “Penetapan tema ini dimaksudkan sebagai perpustakaan hidup yang memberikan pengetahuan kepada pengunjung tentang kekayaan budaya Bali, terutama tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai usada atau obat dan upakara atau upacara adat,” terang Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, R. Hendrian. Saat ini koleksi Kebun Raya Jagatnatha yang telah ditanam sebanyak 428 spesimen terdiri dari 84 nomor koleksi, 48 suku, 103 marga, dan 124 jenis.

Kondisi eksiting Kebun Raya Jagatnatha memiliki keunikan tersendiri dibanding kebun raya lain di Indonesia. “Keberadaan Pura Jagatnatha di area kebun raya membuat pembangunan harus memenuhi kaidah estetika dengan memenuhi  aspek Tri Mandala,” terang Hendrian.  Tri Mandala merupakan  konsep penataan ruang masyarakat Bali dalam mendirikan bangunan yaitu zona  Prahyangan (suci), zona Pawongan (aktivitas manusia), dan zona Palemahan (lingkungan).

Saat ini infrastruktur yang telah terbangun melalui kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  meliputi kantor pengelola, restoran, perpustakaan, wantilan (auditorium), toilet, gazebo, loket, gerbang utama, area parkir dan jalan lingkungan. (add/ed: fz)
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. R. Hendrian M.Sc.
Diakses : 128    Dibagikan :