LIPI Dorong Peningkatan Perencanaan dan Pengelolaan Kebun Raya di Daerah

 
 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya telah melakukan pembinaan terhadap pemerintah daerah, universitas, dan swasta dalam membangun kebun raya di daerah. Hal itu dilakukan sesuai amanat dalam Perpres No 93/2011 tentang Kebun Raya, yang mana PKT Kebun Raya yang melakukan pembinaan dan pengawasan teknis atas pembangunan kebun raya. Sebagai salah satu implementasi dari Perpres tersebut, maka diselenggarakan Workshop Manajemen Perkebunrayaan Tahun 2018 dengan tema “Perencanaan dan Pengelolaan Kebun Raya Indonesia untuk Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan” pada 8-9 Mei 2018 di PKT Kebun Raya (Kebun Raya Bogor), Kota Bogor, Jawa Barat.
 
Jakarta, 8 Mei 2018. Tujuan dari penyelenggaran workshop manajemen perkebunrayaan adalah untuk menyusun roadmap pembangunan kebun raya di Indonesia agar perencanaan dan pengelolaannya menjadi lebih baik lagi. “Pembangunan kebun raya daerah bertujuan menyelamatkan keanekaragaman hayati di Indonesia yang terus terancam punah. Idealnya Indonesia memiliki 47 kebun raya yang merepresentasikan tipe ecoregion biodiversity Indonesia,” kata Plt Kepala LIPI, Prof. Dr. Bambang Subiyanto.
 
Hingga saat ini, jumlah kebun raya di Indonesia baru sebanyak 37 kebun raya dan lima diantaranya dikelola oleh LIPI. Sedangkan, sejumlah 32 kebun raya merupakan kebun raya daerah yang dibina dan didukung pembangunannya oleh LIPI melalui PKT Kebun Raya. Dari jumlah itu, sebanyak 30 kebun raya dikelola oleh pemerintah daerah dan dua kebun raya oleh universitas. Apabila dirinci lebih jauh lagi, sekitar 8 kebun raya daerah telah di-launching, antara lain Kebun Raya (KR) Massenrempulu Enrekang (2013); KR Balikpapan (2014); KR Kuningan dan KR Baturraden (2015); KR Katingan dan KR Banua (2016), KR Jompie Parepare dan KR Liwa (2017). Kemudian, terdapat tiga kebun raya yang sudah soft launching, yaitu KR Universitas Halu Oleo (2016), KR Gianyar dan KR Batam (2017). Sedangkan di tahun ini, kebun raya berikutnya yang akan launching adalah KR Lemor Lombok, KR Jagathnata, dan KR Sriwijaya. Untuk kebun raya sisanya, saat ini masih dalam tahap pengembangan.
 
Bambang mengungkapkan, LIPI tidak bisa berdiri sendiri dalam upaya pembangunan kebun raya daerah. “Kami menjalin kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian/Lembaga lain, Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kebun raya di seluruh Indonesia,” tegasnya. Salah satu contoh realisasi konkrit dari kerja sama ini, misalnya adalah LIPI dengan Kementerian PUPR menyusun “Roadmap Pembangunan Kebun Raya sebagai Ruang terbuka Hijau pada Kawasan Perkotaan di Indonesia Tahun 2015-2019”. Lalu pada tahun ini, akan disusun kembali “Roadmap Pembangunan Kebun Raya di Indonesia Tahun 2020-2024”, yang tidak ada dikotomi perkotaan dan non perkotaan.
 
Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Dr. Didik Widyatmoko, menambahkan bahwa pihaknya akan sepenuhnya konsisten dalam mendukung pembangunan kebun raya daerah di Indonesia. Salah satu bukti dukungan adalah dengan penyelenggaraan workshop kali ini. Tujuan digelarnya acara ini ialah untuk membahas tentang perkembangan pembangunan kebun raya di Indonesia yang meliputi: (1) Dukungan DPR RI terhadap Kebijakan Program Pembangunan Kebun Raya Daerah; (2) Pembangunan Kebun Raya Daerah sebagai Salah Satu Program Prioritas LIPI; (3) Dukungan Kementerian PUPR dalam Infrastruktur Pembangunan Kebun Raya; (4) Pembentukan Sistem Kelembagaan Kebun Raya Daerah dalam Bentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah; dan (5) Bimbingan Teknis Usulan Pembangunan Kebun Raya.
 
Dalam workshop ini, akan dilakukan juga penandatangan Nota Kesepahaman antara LIPI dengan berbagai stakeholder pemerintah daerah, seperti Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu, akan ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama antara PKT Kebun Raya LIPI dengan berbagai stakeholder lainnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, PKT Kebun Raya juga sedang mengupayakan untuk menjadi salah satu World Heritage Site pada tahun 2020 dengan meluncurkan sebuah film tentang perkebunrayaan. Judul film itu adalah Mata Rajawali “Membingkai Mozaik Kebun Raya Indonesia”. Lalu, upaya lainnya adalah meluncurkan buku “Flora Anemokori Hijaukan Bumi” hasil karya peneliti PKT Kebun Raya LIPI. Selain itu, ada pula peluncuran Taman Akuatik yang mendukung kegiatan pendidikan lingkungan di PKT Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor), dimana salah satu koleksi pentingnya adalah Oryza sativa L. (Poaceae) atau padi, Schoenoplectus mucronatus (L) Palla atau Walini, dan Nymphaea lotus L. atau teratai.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Didik Widyatmoko (Kepala PKT Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor))
  • Purwadi (Koordinator Media Massa Bagian Humas, Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: PKT Kebun Raya
Penulis: pwd
Editor: dig

Siaran Pers ini disiapkan oleh Humas LIPI

 
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI diolah dari PKT Kebun Raya LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Didik Widyatmoko M.Sc.