LIPI Gelar Pelatihan Taksonomi Molekuler Di Bidang Kelautan

 
 
Wilayah tropis Indo Pasifik khususnya wilayah Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Namun, masih banyak spesies laut tropis yang masih belum ditemukan. Baru-baru ini, sebuah inovasi baru mengenai studi genetika molekuler telah dilakukan untuk memahami status keanekaragaman hayati organisme laut di ekosistem perairan berdasarkan analisis metabarcoding, yang disebut Environmental DNA. Terkait hal tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) bersama dengan Regional Training and Research Center on Marine Biodiversity and Ecosystem Health (RTRC MarBEST Center) akan menggelar pelatihan taksonomi molekuler di bidang kelautan. Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan yang pertama di tingkat nasional.
 
Jakarta, 25 September 2017. Sejak sekitar 10 tahun yang lalu, analisis barcode DNA telah dikembangkan untuk identifikasi spesimen/sampel individu ke tingkat spesies. Studi ini membantu memvalidasi banyak penelitian yang terkait dengan taksonomi dan keragaman spesies di dunia. Pendekatan analisis DNA barcoding tersebut berkembang dengan baik dan sangat cepat, namun hanya sebatas pada organisme darat, sedangkan untuk organisme laut masih belum berkembang. Padahal, organisme yang tinggal di lingkungan laut relative lebih tinggi daripada organisme darat, dimana hanya kurang dari setengah organisme laut telah teridentifikasi, dikenali, dan dilaporkan.
 
“Saat ini, studi genetika molekuler sudah bisa diterapkan untuk memahami status keanekaragaman hayati organisme laut di ekosistem perairan berdasarkan analisis metabarcoding yang disebut Environmental DNA. Ini memungkinkan kita untuk mengumpulkan materi genetik yang ditemukan di kolom air, dari berbagai ekosistem laut termasuk muara, mangrove, padang lamun, terumbu karang, pelagis, dan ekosistem laut dalam,” ujar Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dirhamsyah.
 
Dia menjelaskan, studi barcode DNA tunggal memungkinkan untuk mengidentifikasi spesies tertentu berdasarkan bahan genetik yang dikumpulkan dari specimen individu. Namun, studi metabarcoding memungkinkan untuk mengidentifikasi beberapa spesies yang mungkin dihuni di ekosistem tertentu berdasarkan limbah metabolik, jaringan yang rusak atau sel kulit yang tergenang. “Yang perlu untuk dipahami adalah bahwa kedua barcode DNA dan metabarkode DNA tersebut sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya memvalidasi, meninjau, dan melengkapi status keanekaragaman hayati keanekaragaman hayati laut di wilayah tropis,” tuturnya.
 
Kegiatan pelatihan taksonomi molekuler untuk wilayah perairan tersebut akan diselenggarakan dari 25 September-6 Oktober 2017. “Pelatihan ini tentunya juga sangat penting untuk mendukung rencana dan strategi konservasi untuk spesies maupun takson tertentu, serta untuk mengetahui status ilmiah struktur jaring makanan dan komunitas biota laut dalam ekosistem tertentu termasuk muara, lamun, mangrove, terumbu karang, pelagis, dan ekosistem laut dalam,” imbuh Dirham. Tidak hanya itu, kedepannya diharapkan dapat membantu rencana dan strategi pengelolaan lingkungan kelautan di ekosistem tertentu, pungkasnya.
 
Sebagai informasi, pelatihan taksonomi molekuler berdasarkan analisis barcode DNA tunggal dan studi metabarcoding akan dilakukan terhadap berbagai organisme laut di wilayah tropis termasuk vertebrata laut (mamalia, reptil, ikan, burung), invertebrata laut (serangga, moluska, polychaeta & annelida, krustasea, coelenterata, cnidaria, ekhinodermata), plankton laut, bakteri dan virus laut, dan bahkan untuk tanaman laut (alga dan rumput laut).
 
Keterangan Lebih Lanjut:
- Dirhamsyah (Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI)
- Isrard (Kepala Bagian Humas - Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI)
 
Note/Undangan:
  • Siaran Pers ini sekaligus UNDANGAN bagi rekan media untuk menghadiri pembukaan Pelatihan Taksonomi, Molekuler Berdasar Pada Single DNA Barcoding Dan Metabarcoding, yang digelar di Pusat penelitian Oseanografi LIPI, Jl. Pasir Putih I, Ancol Timur, Jakarta Utara pada Senin, 25 September 2017 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Sumber: Pusat Penelitian Geoteknologi
Penulis: msa
Editor: isr

Siaran pers ini dibuat oleh Humas LIPI

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Dirhamsyah M.A.
Diakses : 278    Dibagikan :