LIPI Gelar Simposium Peringati 45 Tahun Kerja Sama Jepang-ASEAN

 
 
Hubungan dan kerja sama antara Jepang – ASEAN memasuki usia 45 tahun pada tahun ini.  Jepang dan negara-negara kawasan ASEAN sendiri telah memulai hubungan sejak 1973, enam tahun setelah ASEAN terbentuk. Selama 45 tahun terakhir, Jepang dan ASEAN telah menjalin kerja sama yang kuat dalam bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya. Berlatar belakang hal tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terdorong untuk mengupas seputar hubungan dan kerja sama Jepang – ASEAN dengan menggelar Symposium on the 45th Anniversary of Japan-ASEAN Friendship and Cooperation pada 4 April 2018 di LIPI Pusat Jakarta.
 
Jakarta, 4 April 2018. Dalam kurung waktu 45 tahun terakhir, hubungan Jepang – ASEAN berlandaskan atas beberapa prinsip utama seperti “Fukuda Doctrin” pada tahun 1977 dan juga “Five Principles of Japan’s ASEAN Diplomacy” pada tahun 2013. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, Jepang mempromosikan “Free and Open Indo-Pacific Strategy” sebagai konsep menyeluruh dalam kebijakan luar negerinya.
 
Dalam pidatonya berjudul “Confluence of the Two Seas” di hadapan Parlemen India pada 2007, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe telah menggarisbawahi bahwa “Free and Open Indo-Pacific Strategy” adalah bagian penting dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran masyarakat internasional. Salah satu tujuan dari strategi ini adalah untuk membangun konektivitas antara Asia dan Afrika yang mengarah pada stabilitas dan kemakmuran seluruh kawasan. “Dari sini, maka hubungan antara Jepang dan ASEAN, dimana Indonesia sebagai bagian di dalamnya menjadi penting,” tutur kata Dr. Firman Noor, Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI.
 
Firman menambahkan bahwa dalam perspektif hubungan Jepang – ASEAN dan keterkaitannya dengan “Free and Open Indo-Pacific Strategy”, istilah Indo-Pasifik menjadi krusial sebagai sebuah area geografis penting yang pernah ditekankan oleh Presiden Amerika Serikat dalam the 20th ASEAN-Japan Summit pada tahun 2017 lalu. Oleh karena itu, simposium yang digelar kali ini, menjadi bagian penting untuk memperdalam tentang pemahaman terhadap strategi bebas dan terbuka di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, akan diulas pula tentang bagaimana Jepang dan ASEAN bekerja sama untuk meningkatkan perdamaian dan kemakmuran kawasan.
 
Sebagai informasi, simposium ini sendiri akan menghadirkan beberapa pembicara penting, antara lain Dr. Yuichi Hosoya (Professor of International Politics, Faculty of Law, Keio University Jepang) dan Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI). Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh H.E. Kazua Sunaga (Ambassador Mission of Japan to ASEAN).

Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Firman Noor, MA (Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D. (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)

Sumber: Puslit Politik LIPI
Penulis: pwd
Editor :dig

Siaran Pers disiapkan oleh Humas LIPI 

 

Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Firman Noor S.IP., M.A