LIPI Menjadi Tuan Rumah Konferensi International Indian Ocean Expedition 2

 
 
Samudera Hindia memegang peran kunci dalam menentukan kondisi iklim global termasuk cuaca ekstrem. Namun demikian, Samudera Hindia juga menjadi sumber kelimpahan sumberdaya hayati dan non-hayati yang sangat penting bagi masyarakat di kawasan itu. Ekspedisi dan riset internasional dilakukan secara intensif oleh para pakar oseanografi dan iklim di Samudera Hindia dengan tujuan untuk memahami interaksi antara aspek oseanografi fisika, kimia dan biologi serta biologi dan memanfaatkannya secara optimal untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan dan mendukung program blue economy. Inisiatif riset tersebut dihimpun dalam wadah Internasional Indian Ocean Expedition 2 (IIOE-2), melanjutkan kesuksesan IIOE yang telah sukses dilaksanakan 50 tahun yang lalu. Tahun 2018 ini, Annual Meeting of the IIOE-2 akan dibuka secara resmi pada Rabu, 21 Maret 2018.
 
Jakarta, 21 Maret 2018. Secara berkala diselenggarakan Konferensi Ilmiah IIOE 2 guna melaporkan dan mengevaluasi pelaksanaan program-program riset, peningkatan kapasitas serta program pemasyarakatan iptek kelautan. Pada tahun 2018 ini, LIPI bersama-sama dengan BMKG menjadi tuan rumah Konferensi Ilmiah IIOE2 yang berlangsung dari tanggal 19 - 23 Maret 2018 di Grand Mercure Hotel, Kemayoran Jakarta.
 
Penguatan penelitian melalui program IIOE-2 diharapkan berdampak positif untuk kemajuan riset kelautan Indonesia. “IIOE-2 adalah program ilmiah yang melibatkan para peneliti asing yang bersama-sama melakukan penelitian di bidang oseanografi dan atmosfer dari lingkungan wilayah pesisir sampai dengan laut. Keterlibatan secara penuh Indonesia dalam IIOE-2 adalah sangat penting karena peneliti kita bisa berinteraksi dan berkontribusi untuk riset samudera hindia sekaligus mewujudkan peran Indonesia sebagai poros maritim dunia,” terang Zainal Arifin, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) LIPI
 
Zainal menjelaskan, salah satu tujuan penelitian dalam program IIOE-2 yakni untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas di Samudra Hindia seperti arus laut ataupun pengaruhnya terhadap iklim dan ekosistem lautnya. “Melalui program ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang oseanografi dan biologi lautan serta interaksi antara iklim laut ataupun atmosfer untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” jelas Zainal.
 
Zainal menambahkan, hampir 70% permukaan bumi adalah lautan yang artinya kehidupan manusia juga bergantung pada laut. Laut sangat penting sebagai sumber makanan protein manusia dan tentunya memiliki manfaat ekonomi. Indonesia sebagai salah satu pusat kekayaan laut didunia sangat bergantung pada kondisi laut dimasa depan. Oleh karena itu penelitian terkait kelautan sangat penting dilakukan. “Samudera dapat diibaratkan semangkok bakso dimana kuah adalah kondisi kolom air, mie dan bakso adalah sumber daya hati, serta mangkok bakso adalah kondisi geologi Samudera Hindia. Kita harus memahami interaksi antara masing-masing komponen ini tidak lupa juga menyiapkan mitigasi bencana yang mungkin ditimbulkan seperti gempa bumi, cuaca ekstrem dan tsunami,” terang Zainal.
 
Sementara itu, Dirhamsyah, Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI menjelaskan program IIOE -2 ini merupakan komponen penting untuk layanan maritim, pengelolaan lingkungan, prediksi iklim dan ketahanan pangan dan energi. Selain itu, Dirham menambahkan, P2O telah melakukan penelitian terkait Samudera Hindia sejak 2015 dengan menggunakan kapak Riset K/R Baruna Jaya VIII dalam ekspedisi penelitian Widya Nusantara di Mentawai, Enggano dan Aceh. Selain itu, dalam aspek geosains kelautan, LIPI juga bekerja sama dengan Singapura dan Perancis untuk meneliti sumber-sumber tsunami dan gempa di Samudera Hindia khususnya di barat Sumatera. “Riset kelautan kita perlu didorong agar dapat ditingkatkan dan saat ini untuk mendukung penelitian Samudera Hindia sedang dibangun Stasiun Penelitian Sabang. Hal ini sebagai komitmen kita untuk melakukan pengembangan penelitian terkait Samudera Hindia,” pungkasnya.
 
Keterangan Lebih Lanjut:
  • Dr. Dirhamsyah (Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI)
  • Dwie Irmawaty Gultom, Ph.D. (Kepala Bagian Humas, Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI)


Sumber: Puslit Oseanografi LIPI
Penulis: lyr
Editor:dig

Siaran pers ini disiapkan oleh Humas LIPI
Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum dan Humas LIPI

Sivitas Terkait : Dr. Dirhamsyah M.A.